"Tolong bebaskan Aldi, Putri." Mohon Geana. "Tidak... Tidak... Tidak... Memohon lah yang lebih memelas lagi, siapa tau aku nantinya akan berubah pikiran." Anan menggeram mendengar ucapan Putri. "Jangan sayang, jangan pernah lakukan itu." Anan menarik tubuh istrinya yang hampir saja berlutut, dia tidak akan membiarkan Geana merendahkan harga dirinya demi wanita ular itu. "Tapi Mas..." "Dia tidak akan pernah menuruti ucapanmu meskipun kamu memohon atau berlutut sekalipun." Sanggah Anan cepat, mendengarnya Putri tertawa kencang. "Wow tau saja kamu Bapak Ananta Darmawan yang terhormat." Ucap Putri sambil tersenyum mengejek. "Mas Devan, kamu sudah pulang? Lihatlah tujuan mereka datang kesini Mas." Sontak Anan dan Geana menoleh untuk melihat kebelakang mereka, lebih tepatnya arah pandang P

