Jemari lentik Zahwa mulai membuka satu per satu kancing kemeja yang digunakan Rafa. Ia tersenyum menggoda berharap Rafa tergoda dengan dirinya. Namun karena Rafa dalam kondisi sepenuhnya sadar ia mendorong tubuh Zahwa, hal itu membuat tubuhnya terguling ke samping. Rafa langsung bangun lalu merapikan pakaiannya. “Zahwa, apa yang kamu lakukan?” Rafa menatapnya tajam karena apa yang dilakukan Zahwa sudah kelewat batas. Tidak seharusnya Zahwa berbuat seperti itu. Zahwa menegakkan tubuhnya lalu mendekat ke arah Rafa. Ia tersenyum manis dengan tatapan sayu. “Hei, kamu kenapa menjauh dariku, Raf?” “Kamu terlalu banyak minum, Zahwa.” “Aku akan mengantarmu pulang!” Rafa menggenggam pergelangan tangan Zahwa lalu menariknya untuk ikut bersamanya. Ceklek Rafa mengernyitkan kening saat pi

