Setelah mengambil makanan untuk Rayyan, aku kembali ke kamar, dan kulihat laki-laki itu tidak sedang tidur seperti yang dikatakan tadi. Sekarang dia kembali duduk santai seperti sebelumnya, dan dengan remote tv ditangan. "Kamu nggak jadi tidur Ray?" Tanyaku, semoga dia mulai membaik hatinya. Namun tidak ada jawaban, laki-laki itu masih fokus dengan tv diseberang. "Makan dulu Ray, aku sudah bawa makanan untukmu." Ucapku. Namun tetap tidak ada jawaban. Laki-laki itu masih tetap pada fokusnya. "Ray, jangan diem dong, maafin aku. Kan aku udah jelasin semuanya sama kamu." Gerutuku sembari duduk disampingnya. Dia masih tidak bergeming. "Jelasin apa?" Kini dia membuka suara, tapi tak sama sekali melihatku. "Jelasin kalo kamu cinta aku?" Ucapnya sembari melirikku. Sekarang dia tidak bisa meny
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


