Ray berjalan mengikuti Ni Galuh menyusuri desa. Perempuan itu berjalan dengan bertelanjang kaki. Langkahnya pelan dan anggun menapaki jalan desa yang berperkerasan batu-batu alam. Di halaman dekat sebuah rumah, Ray melihat para lelaki berkumpul sedang menyabung ayam. Mereka bersorak-sorak menyemangati dua ekor ayam jantan yang sedang bertarung. Di sana ada beberapa ayam lain sudah siap untuk diadu. Tak jauh dari situ, di halaman rumah-rumah penduduk, nampak para perempuan dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang sedang membuat makanan dengan sejenis umbi-umbian. Ada juga yang sedang menganyam bambu untuk membuat perabot rumah tangga. Ni Galuh terus berjalan menuju ke sebuah tempat terbuka. Tempat itu sejenis lapangan yang lantainya terbuat dari susunan batu alam. Di pinggir lapangan

