Sosok itu saat in tengah berada di balik jendela dalam waktu yang cukup lama, ia mendengarkan setiap pembicaraan dua orang yang ada di dalam ruangan tersebut. Setiap informasi sekecil apapun akan ia dengarkan secara baik-baik, lalu setelah dirasa tak ada lagi pembicaraan, ia bergegas pergi dari balik jendela dengan mengenakan jaket berwarna hitam miliknya menyusuri lorong rumah sakit yang lumayan sepi karena hari sudah beranjak malam. Suara telapak kaki yang menggema di belakangnya membuat sosok itu semakin mempercepat langkahnya, is mengenakan masker kain yang melingkar di lehernya dan berbelok ke sebuah lorong yang suasananya terasa lebih suram karena pencahayaan di lorong tersebut agak meredup. Suara telapak kaki yang mengejarnya terdengar berada tak jauh darinya, ia tanpa ragu segera

