22. Rumah Sakit

1541 Words

"Kamu sudah siap?" Calvin berdiri di belakang Ara dan memegang kedua pundak Ara dengan sentuhan lembut. Ara yang saat ini tengah duduk di kursi riasnya menolehkan kepalanya pada Calvin yang juga telah siap untuk menemaninya ke rumah sakit. Ia menyunggingkan sebuah senyum manis yang membuat kedua matanya menyipit, meski dalam hati dia merasa gugup, namun dia berhasil menyembunyikannya dengan baik untuk saat ini karena tidak ingin membuat suaminya merasa khawatir. "Siap Daddy!" Calvin tersenyum samar dan menggandeng tangan istrinya untuk keluar dari kamar mereka. Ara menurut ketika mendapati suaminya menggenggam tangannya, rasanya begitu hangat dan nyaman. Tak ada genggaman tangan yang terasa senyaman ini baginya selain milik suaminya, dan tentu saja milik ayahnya. Ketika sudah berada di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD