Chapter 13

1021 Words

Jakarta, Agustus 2011 Rega memainkan ponselnya sambil menyender di pundak Kayla. Sedangkan Kayla sendiri tengah memandangi jalanan Ibukota yang tampak ramai dari dalam mobil. Kayla merasa gelisah. Dia tidak tau kenapa, atau karena ia ingin bertemu dengan kedua orang tua Rega, perasaannya jadi tidak menentu seperti ini? "Kamu pegel gak, sayang?" tanya Rega sambil terus menyenderkan kepalanya di bahu Kayla. Kayla tersenyum lalu menggeleng. "Nggak kok." "Kok pucet? Kamu sakit?" Rega langsung bangkit dan mengamati wajah Kayla dari dekat. Kayla menggeleng lagi. "Nggak bang, Kayla gakpapa." "Dibalik kata 'gakpapa'nya seorang wanita pasti ada maksud yang tersembunyi. Jadi jujur aja sama abang, La..." Kayla menghembuskan napasnya perlahan. "Kayla merasa sedikit gelisah, bang." "Kenapa? M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD