Aku masih tak percaya dengan apa yang aku dengar tadi, benarkah dia memujiku? Atau hanya sebuah pujian agar aku makin mantap berhijab? "Ah, sudahlah! Apapun itu aku harus tetap semangat. Bismilah hijrahku di bulan suci ini Allah mudahkan." Aku beranjak menuju sof barisan. Menyesuaikan dengan yang barisan yang ada. Tak ada dari mereka yang aku kenal, tapi sepertinya mereka mengenal jauh aku. "Mbak Kiara, sini geser lagi!" ujar salah seorang santri, akupun menutut saja. "Sini saja, Mbak, sama aku!" Aku hanya mengeleng, melihat mereka yang seolah berebut untuk dekat denganku. Mereka tentu tak tahu asal usul ku hingga seolah aku bak artis karena dikira keluarga Ndalem, bahkan ada yang sudah bergosip jika aku calon istrinya Abu gosok. "Mbak, kapan-kapan main ke kamar aku ya!" ujar Santri

