"Malam itu suasana begitu menakutkan, dokter yang baru selesai memeriksa Ndoro ayu Wening hanya bisa memeluk simbok karena ketakutan melihat Ndoro Wengi mengamuk karena dia seorang wanita. Beruntung suami simbok dan para abdi dalem lainnya mendengar keributan itu dan bisa memegangi Ndoro Ageng Wengi yang mengamuk hingga tidak jadi menghajar Ndoro ayu Wening hanya diam di atas ranjang. Ndoro ayu Wening hanya menangis sesegukan tanpa berusaha keluar dari kamar seolah pasrah dengan apapun yang akan Ndoro Ageng Wengi lakukan padanya." Mbok Karti menjeda menghela napas sebelum melanjutkan ceritanya. "Malam itu berlalu hanya dengan tangisnya Ndoro ayu Wartini yang terdengar, Simbok tetap menemani mereka berdua di kamar Ndoro ayu Wening sementara Ndoro Ageng Wengi ditenangkan bapaknya Sri di ru

