"Sayang, kita ke Jogja besok!" Gadis menatap wajah Nicholas yang telah mengambil sebuah keputusan. "Tapi ...." Hanya sedetik berselang tampak keraguan di wajah tampan lelaki yang kini sedang memegang kedua bahu sang kekasih, tidak ada jawaban yang Gadis berikan, hanya ada rasa yang sama dalam hatinya. Rasa takut kehilangan, segalanya akan terasa lebih sulit jika nantinya Wengi tidak bisa menerima Nicholas dengan baik, masalah baru di atas masalah sejarah yang terkubur dan sedang berusaha mereka gali. Hanya ada tatapan mata yang menyiratkan rasa tidak ingin berpisah satu sama lain, lalu keduanya saling berpelukan erat. Kuat, sekuat getaran cinta yang kian meraja. "Berjanjilah padaku, Nich. Apapun yang terjadi kamu tidak akan pernah meninggalkan diriku," pinta Gadis tanpa sediki

