Bab 41

2494 Words

Mataku perlahan terbuka dan menatap langit-langit ruangan tempatku berada, kukerjapkan mataku perlahan lalu mengedarkan pandanganku ke sekitarku, masih berada di kamar yang sama, lalu aku melihat wajah seseorang yang kurindukan akhir-akhir ini, dia tersenyum sayang padaku tatapannya menyiratkan kekhawatiran. Aku tersenyum lemah padanya ia mengecup dahiku sedikit lebih lama. "Kau tampak berantakan, sayang," ucapku pada lelaki yang sangat kucintai ini, tanganku terangkat membelai wajahnya, rahangnya yang ditumbuhi rambut halus yang tampak sedikit lebat, sepertinya dia belum bercukur. "Aku tidak bisa melakukan hal lain selain menunggumu, aku akan panggil dokter." Reyhan lalu menekan tombol yang menempel di dinding di atas kepalaku, aku merasa sangat haus dan tubuhku terasa lemas, aku me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD