Rewindra tampak serius duduk dikursi kerja yang nyaman. Pandangan sepasang mata yang tajam tak lepas dari lembaran informasi ditangannya . Suara ketukan dipintu sedikit menganggu konsentrasi pria berpenampilan mantly dan dingin itu. Setelah dia memberi izin , pintu kayu besar berwarna coklat itupun terbuka. Seorang gadis cantik berhijab lebar masuk dengan tumpukan dokumen ditangannya . "Maaf pak Rewindra , ini berkas yang harus segera bapak periksa dan tanda tangani," kata Shafa sekretaris Rewindra sembari meletakkan dokumen diatas meja kerja Rewindra. Wanita berpakaian santun itu lalu berdiri dengan sopan dengan notepad ditangannya. "Baik, terima kasih , " sahut Rewindra sembari mengambil satu dokumen dan mulai memeriksanya ." Apa agenda saya hari ini, Shafa ." "Jam dua belas sian

