PENGAKUAN DIMAS

1189 Words

Dimas melambaikan tangan saat melihat Khanza memasuki cafe dengan kepala celingukan ke sana kemari mencari dirinya. Senyum di bibir Khanza mengembang, ketika manik matanya menemukan sosok pria yang ia cari. Dengan langkah pasti, Khanza melangkah menghampiri pria yang akan menjadi calon imamnya. “Huft, capek banget!” seru Khanza sembari mendaratkan panggulnya ke atas kursi. Ia duduk berhadap-hadapan dengan Dimas, lalu meletakkan tas-nya ke atas meja. “Minum dulu. Belum aku sentuh sama sekali.” Dimas mendorong jus lemon miliknya ke hadapan Khanza. “Terima kasih.” Khanza tersenyum senang mendapat perhatian manis yang di tunjukkan oleh Dimas. Ia mulai menyeruput jus yang ada di hadapannya. “Ehem, udah lama nunggu?” “Baru saja.” Sudah 10 menit Dimas menunggu kedatangan Khanza di cafe. “Ad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD