“Saya sudah dengar banyak hal tentang kamu, Ala,” ucap Indi sambil menjabat tangan mungil Ala. Bibir Ala kembali melengkung senyum, “Semoga yang anda dengar adalah hal-hal yang baik, ya, Bu Indi,” balas Ala dengan hidung berkerut menahan canggung. “Hm, apa yang bisa saya harapkan dari cerita anak lelaki yang sedang jatuh cinta?” Indi mengerling pada Saka yang nyengir di samping Ala. Ala sendiri sudah kembali malu. Mata Indi turun, menatap tangan Saka yang merangkul pinggang Ala. Ia lalu tersenyum, meraih tangan Ala masuk dalam genggamannya, “Yah, setidaknya Saka tidak berbuat onar seperti dulu.” Ala menoleh pada Saka yang langsung manyun. “Mah, itu jaman jahiliahnya aku,” protes Saka dengan rajukan yang sama setiap kali Ala bilang kalau mereka hanya pacaran bohongan. Tangan Indi yan

