"Hatchhii … Ha-Hatchiiii!" Suara bersin Kimberly menghiasi apartemennya. Gadis itu telah menghabiskan setengah kotak tisunya untuk membersihkan hidungnya yang basah karena berair. "Astaga, Selly. Suamimu … Hatchiii!" Lagi-lagi Kimberly bersin. Selina menyodorkan kembali selembar tisu kepadanya. "Dia benar-benar … Hatchiii … pantang menyerah ya." Akhirnya Kimberly menyelesaikan ucapannya dengan bersusah payah di sela-sela bersinnya. Selina menyengir kikuk. Ia menarik napas panjang. Memadangi ruangan milik sahabatnya yang telah menumpuk dengan buket bunga dari segala macam jenisnya. Bukan hanya bunga tulip, tetapi juga bunga jenis lain yang berwarna-warni. Ada juga bunga daisy dan bunga chamomile yang menjadi penyebab bersinnya Kimberly sekarang. Ruang gerak di sekitar mereka pun semaki

