"Baiklah, aku akan mengizinkanmu keluar asal kamu memberitahuku—" "Memberitahu apa?" sela Selina cepat. "Kenapa kamu menangis di jalanan kemarin? Kenapa kamu bukan berada di apartemenmu malah berkeliaran di jalan seperti anak hilang?" Pertanyaan itu membuat Selina diam seribu bahasa. Ia menundukkan wajahnya membuat Reagan yang sedang melihatnya melalui layar laptopnya semakin mengerutkan keningnya. Ekspresi pria itu begitu dingin. Jika saja Selina bisa melihatnya, mungkin saja tubuhnya akan bergetar. Reagan menelisik wajah gadis itu. Wajah cantik yang sembap itu terlihat sangat jelas di hadapannya. Gadis itu sudah menangis semalaman hingga ketiduran sendiri. Reagan memperhatikannya tadi malam. "Kenapa diam? Ada sesuatu yang tidak boleh aku tau?" tanya pria itu curiga. "Ti-Tidak ada,

