"Keluarlah, Selina! Sebelum aku melakukan hal yang akan membuatmu menyesal!" bentak Reagan dengan kedua mata yang menyala. Selina mengeratkan rahang mungilnya. Ia kesal dengan sikap suaminya yang malah mengusirnya keluar, padahal ia mengkhawatirkan keadaannya. "Terserah kamu!" balasnya, tidak kalah marahnya. Membalikkan badannya hendak keluar dari kamar mandi, tetapi ia kembali mengurungkan langkahnya. Selina teringat atas tindakan Reagan yang telah melindunginya dari rencana busuk Jessica. Jika saja tadi ia yang meminum minuman pemberian adik tirinya itu, mungkin akibatnya, ia akan mempermalukan dirinya sendiri di depan keluarga besarnya. Selina berbalik. Menatap suaminya yang sedang menyenderkan kepalanya pada kepala bathtub sambil memejamkan matanya erat. Kening Reagan mengerut dal

