Chapter 16

1014 Words

  Nino mengepalkan kedua tangannya disamping tubuhnya seraya memejamkan matanya sebisa mungkin mengendalikan rasa sakit hati yang membuncah di dadanya. Sungguh jalang wanita di depannya ini, karena dendam ia berubah menjadi pribadi yang tak memiliki hati nurani seperti ini. “Jika tampangmu busuk begitu lebih baik aku kembali pulang saja.” Yolanda bangkit berdiri dan keluar dari apartemen Nino. Nino tidak bergeming dari tempatnya, ia membiarkan Yolanda kembali kepelukan suaminya. “Yo, aku sudah punya segalanya bahkan rumah juga sudah aku beli. Aku mohon segera bercerailah dengan suamimu dan lupakan dendam gila itu,” gumam Nino lirih yang bisa di dengarkan oleh Yolanda yang hendak membuka pintu apartemen Nino. Yolanda menatap Nino dengan wajahnya yang penuh memendam amarah dan berkata, “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD