Chapter 12

1090 Words

“Selamat bersenang-senang, semangat,” ujar Dira sembari membuat gerakan memberikan semangat pada Kamini. Kamini memelototi Dira dengan wajah yang kembali merona. Dira tersenyum lebar dan berbalik badan berlari masuk ke dalam bilik dapur. Dira berhenti di pintu dan menatap Kamini yang masih berdiam diri di dapan dan menjulurkan lidahnya. Kamini memutar kedua bola matanya malas dan menggelengkan kepalanya. Ketika ia berbalik masuk ke dalam rumah. Ia mendapati Dirandra sudah bersandar di pintu. “Lama banget sih, itu apa?” tanya Dirandra dengan menunjuk kedua rantang dengan dagunya. “Ini buat makan malam, tadi aku bawain dari tempat kerja.” “Tempat kerja? Kamu nggak masak?” tanya Dirandra, seraya mendengus tampak tidak suka. “Sama aja kali, toh ini tempat usahaku dagang masakan Sunda. Du

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD