Pinggul Kamini tak berhenti bergoyang dengan dibantu hujaman Dirandra dari bawah. Tempo hujaman Dirandra semakin kuat dan cepat dengan tak melepas lumayan pada bibir Kamini sampai puncak kenikmatan itu datang bersamaan untuk mereka. Milik Dirandra berkedut dan semakin terasa membesar di dalam tubuh Kamini dan menyemprotkan cairan cintanya di dalamnya. Setelah semuanya berakhir Dirandra dengan cekatan membasuh tubuh Kamini dan dirinya sendiri kemudian menggapai handuk dan membantu mengeringkan badan Kamini. Dengan tubuh telanjang bulat Kamini digendong oleh Dirandra dan di rebahkan di atas ranjang. Tubuh berisi Kamini tidak mengurangi gairah yang dirasakan oleh Dirandra. Dirandra segera melucuti pakaiannya sendiri dan memposisikan dirinya disamping sang istri. Tangannya terulur membelai

