Impas

1545 Words

Ay beringsut dari pembaringan, duduk tegak dengan selimut membungkus seluruh tubuh. Ia belum bisa berpikir rasional, semuanya sangat mengejutkan dan tiba-tiba. Bahkan ia pun tidak tahu harus berbuat apa, tubuhnya menggigil, seakan membeku oleh ketakutan yang luar biasa. Marcell bangkit dari lantai sambil memegangi kepalanya yang berdenyut akibat terbentur meja. Pandangannya lantas lurus ke arah Ay di atas ranjang. Ia bangkit berdiri, kembali mendekatinya. “Jangan mendekat!” seru Ay dengan suara bergetar. Tapi Marcell tidak peduli, ia terus maju hingga hampir sampai di sisi ranjang. Ay yang semakin panik, dengan sebelah tangan mulai meraih apa saja yang ada di sekitarnya untuk dilemparkan ke arah Marcell, sementara tangan sebelahnya lagi memegangi selimut agar tidak melorot. “Berhenti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD