43

985 Words

Siiiiit ... Bunyi rem mobil berdecit bergesekan dengan aspal di mana dia berhenti. Suamiku menyentuh bahu dan menyadarkan aku dari lamunan tentang apa saja yang kulihat sesudah acara pernikahan kami. "Yuk turun, Sayang," ajaknya lembut. "Iy, Mas, ayo," balasku. "Lagi mikirin apa sih, kok diam aja dari tadi?" "Gak ada, Mas, aku cuma senang aja, karena tiba-tiba sudah menikah," balasku. "Ayo kita masuk, dan menikmati suasana." Dia merangkulku dan mengajakku masuk ke dalam loby hotel lalu mengambil kunci kamar kami. Dengan melangkah beriringan kami menuju tempat yang sudah dipesan Mas Roni untuk menghabiskan waktu bulan madu bersamaku. "Ayo, masuk," ucapnya membukakan pintu. Menanggapi itu aku hanya tersenyum, ketika melangkah ke dalam kamar VIP itu alangkah terpananya aku melihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD