Dengan tangisan sedih dan perasaan yang tidak menentu aku segera meluncur bersama Pak supir ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya aku berdoa agar suamiku selamat dan baik-baik saja. Rasanya tak rela diri ini jika dia sampai meregang nyawa, aku tak akan bisa hidup tanpanya. * Sopir menurunkanku tepat di depan pintu UGD sedang aku langsung berlari lalu bertanya kepada petugas yag ada di meja informasi. Perawat itu lantas mengantarkanku ke kamar UGD di mana di mana mas Roni dirawat. Alangkah sedihnya diri ini melihat kondisi Mas Roni yang menyedihkan, wajahnya sudah tidak terlihat karena tertutupi oleh darah yang mengering sedang para medis menjahit beberapa luka di kening dan lengan dan kakinya, senuaya robek bekas pecahan kaca. Kucoba memanggil pria yang tergolek den

