Sementara kami akan turun ke tempat parkir mereka masih berdebat di anak tangga. "Ya ampun masih berlanjut," ungkap Roni. "Kamu ini memang suka sekali ikut campur urusan kami," desis Mas Arya, sambil menjauhkan istri dan ibunya dari tangga, memberi jarak agar kami bisa lewat. "Kamu ini .... uruslah istri dan ibumu dengan benar, jangan terus menerus datang mengganggu orang lain. Ada apa dengan hidup kalian yang terlihat nampak tidak bahagia, karena, selalu iri dengan kesenangan orang lain?" "Lancang sekali kau menilai hidup kami bahagia atau tidak!"Mas Arya membentak Roni dengan kerasnya. Roni mendekat lalu mencengkeram kerah baju Mas Arya dan mendesis padanya dengan tatapan melotot, "Terutama kamu ... dalam seminggu ini kau sudah datang ke unit Ariska sebanyak 8 kali, apa istrimu tid

