Jangan mencariku .... Sebuah ketukan di pintu menyadarkan aku Yang nyaris terlelap dia sofa ruang tamu. Kuintip dari lubang pintu dan ternyata yabh datang adalah Mas Arya dan kekasihnya. Ah, malas aku menemui mereka. "Permisi, Ariska ... Aku tahu kamu di dalam," ujar Mas Arya. Kuperhatikan sekali lagi, pelak-pelan, tidak ada orang lain di sana. Kurasa, bisa jadi mereka mendapatkan alamatku setelah menelusuri begitu lama, memeriksa kamera cctv dan aku tahu mereka murka terkait isi saldo yang terkuras habis. Biar saja. "Ariska, jangan jadi pengecut kamu!" Karena gerah mendengar mereka terus memanggil dan menggedor. Akhirnya aku muak dan pergi membukakan pintu. "Ada apa?" "Ariska aku tahu, apa yang sudah kamu lakukan, aku ingin datang dan bicara baik baik padamu," ujar Mas Arya padaku

