Bab 14

1621 Words

Tidak perlu takut kehilangan. Karena aku tidak seperti pria kebanyakan. Yang bisa mencintai wanita dalam satu hati secara bersamaan.          "Sudah lama?" tanya Ami ketika melihat Ucca sudah berdiri di depan pintu rumahnya. Laki-laki itu hanya menggeleng singkat. Memperhatikan Ami yang berjalan mendekatinya untuk membuka pintu pagar. Perempuan itu nampak santai, rambut yang dibiarkan tergerai dengan tshirt besar menutupi tubuh indahnya.         Memang sejak terjadi perang lidah dua hari lalu, kedua makhluk berbeda jenis kelamin ini sudah lebih santai dari sebelumnya. Bahkan Ami tidak ragu-ragu meminta Ucca untuk datang bimbingan di rumah. Katanya Ami sih biar lebih santai. Tetapi sepertinya ini hanya akal-akalan Ami saja. Perempuan ini seakan-akan ingin mendekatkan kedua jagoannya de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD