Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Mentari jalan di samping Yusuf dengan menggandeng tangan Gio tentunya, tapi mengapa degub jantungnya masih belum saja normal. Ia seperti bingung dan merasa was-was dengan keadaan ramai seperti ini. Mereka masuk ke dalam aula yang lumayan besar, lalu mencari bangku nomor tiga belas, empat belas, lima belas sesuai yang ada di kartu pemberian saat masuk tadi. Gio tersenyum sumringah diapit oleh Yusuf dan Mentari, sambil mengoceh yang tetap di respon baik oleh Yusuf tentunya. Sedangkan Mentari sedikit cemas, sedari tadi ia terlihat tidak nyaman menoleh ke kanan dan ke kiri seperti mencari keberadaan seseorang. Yusuf mengetahui itu namun ia masih belum bisa menegur Mentari sebab ada Gio di sana. "Om Yusuf, Gio harus segera berkumpul," tunjuknya pada satu

