Bab 19. Kecelakaan Kecil

1383 Words

“Edeline?! Edeline?!” seru Rebecca mengguncang-guncang tangan Edeline. Edeline tersentak dari lamunannya. Tatapan yang kosong segera menatap Rebecca yang menanti jawaban. “M-maafkan aku, Nyonya.” “Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Rebecca penasaran. “Tidak ada, Nyonya Rebecca. Aku hanya terpikirkan keadaan pasien yang tadi aku periksa,” ujar Edeline berbohong. “Kau yakin? Aku merasa wajahmu tidak menunjukkan kau baik-baik saja. Edeline, maafkan pertanyaanku.” Rebecca merasa bersalah karena menanyakan tentang kondisi mental Edeline. Bohong—kalau Edeline mengatakan mentalnya dalam keadaan baik-baik saja. Dia masih terus dihantui bayangan masa lalu yang menjijikkan dan sangat mengerikan itu. Sesekali juga Edeline masih mengalami mimpi buruk yang membuatnya keringat dingin. Bahkan, Ed

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD