Udara dingin yang menusuk ke kulit di pagi itu telah menyapa Edeline yang berdiri di depan cermin. Gadis cantik itu terlihat tidak sepenuhnya menggunakan pakaian yang menghangatkan tubuh. Dia hanya menutupi seluruh kaki jenjangnya dengan celana training, sementara tubuh bagian atas hanya memakai tanktop berwarna putih. Hal itu Edeline lakukan untuk seksama mencermati rona lebam di kedua lengan. Pun memudahkan jemarinya secara bergantian memeriksa, mengelus-elus dan menekan pada bagian lebam yang mulai membiru—gelap. Masih berdenyut sakit dan tak sedikit pun lebam itu memudar. Itu yang Edeline rasakan dari jejak kekerasan Simon kemarin malam. Segera mungkin Edeline mengganti pakaian dengan sweater berlengan panjang guna menutupi jejak yang membuatnya kembali terkenang. Sebab, cukup kemari

