Devison menyandarkan dirinya di punggung sofa setelah mendengarkan semua ucapan Fania. Tatapan Fania kembali padanya, menunggu Devison membuka suara. "Kau tahu, awalnya aku tidak tahu beberapa hal sebanyak itu. Aku hanya tahu bahwa saat itu ayahku membawa seorang anak laki - laki yang jauh lebih tua di antara aku dan kakak bersaudaraku yang lainnya. Itu membuat aku dan saudaraku lainnya memunculkan rasa ego terlebih saat ayahku membawanya dengan tangannya sendiri dan mengakuinya sebagai anak tertua diantara kami, membuat kami ingin menunjukan bahwa siapa pemilik dari semua kekuasaan dan harta yang dirasakannya." Tatapan Fania sedikit menunjukan rasa tidak suka. Membuat Devison menebar senyumannya lagi. "Kau tahu waktu itu kami hanya anak - anak. Terlebih saat kami mengetahui bahwa dia

