43. Ares dan Antariksa

1781 Words

Setelah urusan di supermarket selesai, Antariksa segera bergegas menuju sekolahnya. Ya, untung saja ada gadis baik yang menolongnya. Namun, ia tidak sempat berkenalan, karena gadis itu yang sudah terlebih dahulu pergi. Antariksa naik ke atas motornya dan memasangkan helm di kepalanya. Ia mengangkat tangan kirinya yang terpasang jam tangan. Kedua matanya membola, melihat waktu yang sudah menunjukkan pukul delapan pagi. "Anjir! Kesiangan kan, gue!" Antariksa memukul helmnya kesal. Tak mungkin juga ia ke sekolah, bisa-bisa dirinya akan mendapat hukuman. "Udahlah, gue balik aja!" Antariksa langsung memutar motornya menuju arah rumahnya. Lebih baik, ia pulang saja daripada harus sekolah tapi kena hukuman. ••••π•••• Ares menghentikan olahraganya, saat seluruh tubuhnya sudah terasa penat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD