Entah sudah berapa lama seorang pria menudukkan kepalanya seraya tangannya yang bergenggaman. Baru kali ini dirinya merasa seperti ikut merasakan sakit, walaupun bukan dia yang mengalami hal tersebut. "Tar, gimana Muara?" tanya Dion yang datang dari ruang operasi. Dea dia titipkan sebentar dengan Yogi dan juga Kiara. Attar mendongakan kepalanya, "Maura udah dapet penanganan Bang. Tinggal nunggu dia sadar aja." Dion langsung masuk ke dalam kamar inap adiknya itu, meninggalkan Attar yang masih termangu di kursi tunggu yang ada di depan ruangan tersebut. Attar menyenderkan punggungnya ke belakang. "Bang." mata yang tadinya terpejam, langsung membelalak mendengr suara yang dia kenal. "Gimana Maura Bang?" tanya Oliv ketika sudah duduk disamping putranya. Attar sontak memeluk mamahnya. Ta

