Selama perjalanan, Maura tidak berhenti melantunkan solawat dari mulutnya. Dia meminta agar hari ini acaranya dilancarkan. Jari jemarinya bertaut, beginilah Maura jika dalam keadaan gugup, dia akan memainkan jari jemarinya. Inginbrasanya Attar menggenggam jari jemari wanita yang ada disampingnya, tapi dia sadar diri jika Maura tidak seperti wanita di luar sana yang mau mau saja digenggam. Maura wanita yang berbeda. "Tenang Ra, semua pasti berjalan lancar kok." hanya semangat dari perkataannya lah yang bisa Attra lontarkan. Maura melirik ke sebelahnya sekilas, "Iya Tar, aamiin." dia tidak berani menatap pria disebelahnya lama. Bisa-bisa setan mempengaruhi dirinya. Akhirnya mobil yang Attra kemudikan sampai di parkiran toko Maura. Di parkirannya sudah banyak berjejer mobil, yang Maura ta

