Alexander Adisuryo

785 Words
Alexander Adisuryo. Seorang pria tampan. Namun sangat pembangkang dan begitu kasar. Sebenarnya dia baik, hanya saja dalam kehidupannya, ibunya sangat berpengaruh padanya. Jika dalam kehidupan ibulah yang berperan penting untuj anaknya, lain dengan kehidupan Alex. Dia mempunyai ibu yang sifatnya buruk. "Kamu kenapa lagi lex?. Kenapa dikampus? Pasti ada masalah lagi kan? Papa sudah capek dengan kelakuan kamu ini. Apa ini yang diajarkan mama kamu? Kapan kamu mau jadi anak yang baik?" Pak suryo, ayah dari Alex sedang mengomeli pria yang duduk santai disofanya. "Kenapa lagi sih pa? Alex capek dengerin omongan papa. Lagian aku cuma di skors 5 hari aja, bukannya di DO . kalau tahu gini, mendingan aku ketempat mama aja." "Alex, kamu bilang hanya di skors saja ? Kapan kamu kuliah dengan bener sih? Kamu cuma kasih papa masalah dan masalah aja. Kemarin dekan telpon papa dan ngaduin perbuatan kamu. Papa gak tahu lagi harus bagaimana. Hanya Allah yang bisa balas perbuatan kamu. " "Allah lagi. Kan Alex udah bilang pa, Alex itu kristen, Alex gak percaya sama Allah. Alex cuma punya Tuhan Yesus. sama kayak mama. Udah ah, Alex mau pergi dulu. Dah..." Alex segera pergi dan mengemudikan mobilnya. Sementara itu papanya hanya mengelus d**a. Pak suryo mengingat kembali saat dulu istrinya pergi meninggalkannya bersama orang lain, serta membawa Alex. Saat itu juga istrinya pindah Agama dan saat itu juga Alex ikut Agama mamanya. Karena sikap Alex yang diluar kendali dan brutal, Pak suryo mengajukan banding untuk memperebutkan hak asuh Alex. Dia menang dan Alex sudah dalam Asuhannya. Namun sudah terlambat. Benih-benih sisa didikan mama dan papa tirinya telah merasuki anak itu. ~~ Pak suryo sedang berada disebuah toko kue . Dia berniat membelikan kue ulang tahun untuk putri bungsunya. Hari ini dia ulang tahun dan pak suryo sengaja membelinya untuk putrinya. "Yang ini mbak." pak suryo mengambil sebuah kue tart berwarna pink sesuai kesukaan putrinya. Namun ketika hendak membayar, ternyata dompetnya tertinggal dirumahnya. "Maaf mbak, saya lupa bawa dompet. Sepertinya dompet saya ketinggalan dirumah. Biar kuenya saya beli nanti aja deh." Ternyata dibelakang pak suryo ada Hanun yang sedari tadi memperhatikannya. "Maaf mbak, berapa harga kuenya?" tanya Hanun. "Dua ratus ribu, mbak." "Biar saya bayarkan kue bapak dulu ya? Saya tahu kalau bapak pasti sangat ingin membelinya." Hanun menyerahkan beberapa lembar uang kepada pelayan Kasir. "Terima kasih ya, biar nanti saya ganti uangnya.. Hmmm ... Siapa nama mbak?" "Saya Hanun, Pak." Hanun menangkupkan tangannya. "Saya Suryo. Boleh saya minta alamat atau nomer telepon nak Hanun?" "Boleh pak. Ini nomer telepon saya." Merekapun bertukar nomer telepon. "Ya sudah nak, saya pamit dulu ya?" "Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam." Pak suryo segera pergi dari toko kue itu dan segera pulang. ~~ Malam harinya, Pak suryo merayakan ulang tahun putrinya bersama istrinya. Ulang tahun itu diadakan dengan sederhana saja. Walau dia orang kaya, namun dia tidak pernah bermewah-mewah. "Terima kasih ya pa, lista suka kuenya. Lista juga suka hadiahnya." Lista, putri pak suryo yang masih SMP itu berkata dengan polos. "Iya sayang. Sama-sama." "Lista sayang mama papa.." "Mama juga sayang Lista ." Mereka bertiga berpelukan. Suara mobil berhenti terdengar. Pasti itu suara mobil Alex yang sudah pulang. Alex masuk kedalam rumah dengan keadaan mabuk. Dia datang bersama dengan Indah yang sedang memapahnya. "Om tante, selamat malam. Maaf ya om, tante. Alex mabuk berat. Jadi aku nganterin dia deh. Tapi maaf ya, aku gak bisa lama-lama. Aku harus segera pulang. Bye om, tante. Oh iya, selamat ulang tahun ya Lista. Maaf, kakak gak tahu kalau kamu ulang tahun." Indah segera pergi. Sementara Alex masih sempoyongan. "Kak Alex, mau kue?" Lista yang masih polos tak mengerti dan menawari kakaknya kue. Alex mebuang semua kuenya dan juga merusak kado adiknya. "Bangkai loe. Gue benci sama loe. Enak ya, kalian senang-senang disini. Loe sama ibu loe sama aja. Perebut kebahagiaan orang." Pak suryo marah, Namun istrinya langsung menghalanginya agar tidak melawan Alex. Alexpun menuju kamarnya dengan keadaan masih sempoyongan. "Astaghfirullah. Kapan dia bisa berubah ma? Papa capek lihat dia begitu." Listapun memeluk papanya. Bu linda, istri pak suryopun menangis. "Sabar ya pa. Ini ujian buat kita semua." "Papa.. Kue sama kadonya rusak.". "Gapapa sayang. Biar nanti kadonya papa ganti." ~~ Pak suryo tak habis pikir, kelakuan anaknya semalam sungguh memprihatinkan. Dia juga terlihat jijik pada wanita yang bersama anaknya. "Papa kenapa? Masih mikir kejadian semalam?" tanya istrinya. "Ya ma. Kelakuan Alex udah keterlaluan. Apalagi dia semalam pulang sama perempuan yang kayaknya juga mabuk. Pakaiannya gak sopan dan sikapnya juga gak punya tata krama." "Papa yang sabar aja ya." bu linda menenangkan suaminya. Pak suryo jadi teringat pada Hanun. Gadis bercadar yang begitu baik dan murah hati. Jarang sekali ada wanita seperti dia. Teringat dengan gadis itu, Diapun segera menghubungi Hanun. Ingin menanyakan alamatnya dan juga ingin bertemu dengannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD