Meta

1041 Words
Arga mengikuti langkah meta sampai ke oarkiran mobil di mall itu. Sepanjang perjalanan dari dalam mall sampai ke parkiran arga terus memikir kan ke ada'an raya. Meski kini arga masih kesal dengan sikap raya yang tak mau berhenti kerja menjadi cleaning service tapi arga tetap selalu memantau apa pun yang raya lakukan. Arga datang ke mall tersebut dengan meta karna memang ada meeting dadakan dengan perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan arga. Arga juga tidak menyangka akan betemu dengan raya di mall itu. Arga tau. Saat ini raya pasti sedang salah paham dengan nya. Ke berada an meta di samping arga pasti akan membuat raya berfikir yang macam macam. Arga bimbang sekarang. Antara ingin menjelaskan pada raya siapa meta atau masih dengan ego nya yang masih ingin dalam kondisi ngambek. Arga sangat rindu pada raya. Apa lagi dengan ocehan ocehan gadis itu yang suka ceplas ceplos. Tapi arga juga gengsi untuk mengakui itu. Karna arga yang lebih dulu mendiam kan raya. **** Di tempat lain, raya duduk di kursi yang ada taman kota, sendirian. Taman itu ramai pengunjung. Tak kalah ramai dari keramaian yang ada di mall tadi. Tapi entah kenapa meski keadaan di sekitar begitu ramai. Raya merasa sepi. Setelah dari mall tadi, dan bertemu arga bersama seorang perempuan cantik. raya memutus kan untuk jalan kaki menuju taman. Raya tak meng hirau kan baju nya yang basah. " cantik. " gumam raya lagi ketika mengingat wanita yang bersama arga. Jika di lihat dari fisik, tentu saja raya kalah jauh. Wanita yang bersama arga ber badan sexy. Pinggul yang bohai, payu dara yang montok, kulit putih dan pasti nya sudah dewasa. Ber banding ter balik dengan raya yang ber badan kecil mungil. Kulit sawo matang sedikit busuk wkwwkkk Dan pakaian raya yang amat sangat sederhana. " aku harus sadar diri sekarang. Sebelum perasaan aneh ini hadir lebih dalam. Sadar raya sadar.." raya memukuli kepala nya sendiri. Hari sudah semakin larut. Tapi raya masih enggan untuk beranjak pergi dari sana. Taman kota itu memang masih terlihat ramai. Tapi kebanyakan dari mereka duduk saling ber gerombol. Sedang kan raya. Masih duduk di kursi sendirian menatap rumput yang bergoyang. ***** " sarah. Kamu seneng nggak aku ajak ke sini? " tanya sandi yang kini tengah jalan jalan dengan sarah. Sandi membawa sarah ke tepi danau. Menikmati pemandangan malam. " aku seneng san. Makasih ya. Aku baru pertama kali datang ke sini. Ternyata seru juga ya. " " syukur lah kalau kamu seneng. Awal nya aku pikir kamu bakal nolak aku ajak jalan jalan ala orang nggak punya kaya aku. Secara, kamu kan anak orang kaya." " nggak semua orang seperti itu san. Aku seneng kok di ajak kamu ke tempat temoat seperti ini. Dan aku gak pernah mandang orang dari kasta kok. Aku juga udah biasa ber gaul dengan orang yang nggak punya. " Sandi merasa senang melihat sarah yang menikmati pemandangan malam. Sandi benar benar tak menyangka, sarah tak seperti orang kaya yang suka membeda beda kan. Membuat sandi ssmakin tertarik dengan sarah. *** " mas nggak mau mampir dulu. " tanya meta yang baru saja sampai di depan rumah nya. " enggak met, makasih. Ini sudah malam. Aku langsung pulang saja." " kamu ada masalah apa sih mas? Dari tadi diam terus. Kalo kamu mau cerita sama aku cerita aja mas. Siapa tau aku bisa bantu. " Sedari tadi di perjalanan arga mengantar meta pulang, arga hanya tampak fokus mengemudi. Nampak murung. Meta penasaran. Karna untuk masalah pekerjaan yang baru saja mereka kerjakan seperti nya semua berjalan sesuai rencana. " aku nggak ada apa apa. Turun lah. Ini sudah malam. Aku harus pulang." Arga tak sedikit pun menoleh pada meta, raya juga kesal karna melihat meta yang membentak raya di tempat umum seperti tadi. Arga ingin membela raya tapi, mereka masih dalam mode ngambek. Arga merasa sangat bersalah saat melihat wajah sendu raya saat meta menghina nya. " Kamu ngusir aku mas? " Meta tak suka dengan nada ketus arga yang seperti sedang mengusir nya untuk segera turun dari mobil arga. " apa sih met. Ini sudah malam. Mau apa lagi? Urusan pekerjaan sudah selesai. Aku harus pulang. Anak ku sendirian di rumah. " arga ber sungut sekarang. " kenapa kamu gak cari pendamping aja mas? Biar ada yang ngurus anak kamu dan ada yang nemenin kamu. Aku siap mas kalau kamu sedang butuh pendamping. Lagian aku sudah lama mendekati kamu. Tapi kamu gak juga menangkap maksud dari setiap yang aku lakukan buat kamu. Aku menyukai kamu sudah lama mas. Apa kita bisa menjadi sepasang kekasih? Aku bisa menjadi ibu yang baik buat anak kamu. " Meta mengungkap kan apa yang ia rasakan dan ia pendam dalam d**a. Meta tak perduli lagi dengan tanggapan arga setelah ini. Jila menunggu arga bilang cinta pada nya lebih dulu. Seperti nya akan sangat mustahil. " maaf meta. Aku tidak punya perasaan apapun terhadap mu. Dan untuk masalah kekasih. Aku sudah ada. Jangan berharap lebih pada ku. Cari saja laki laki lain. Kau cantik. Pasti banyak di luar sana yang mengingin kan mu. Sekarang turun lah." " maksud kamu. kamu sudah punya kekasih mas? Siapa? Kok aku nggak pernah tau. " " itu bukan urusan kamu. Dan siapa pun itu kamu juga tidak perlu tau. Dan lagi. Aku kasih tau kamu satu hal. Jangan pernah membentak orang lain di tempat umum seperti tadi. Gadis itu juga punya perasaan. " " kamu kenapa sih mas.? Kenapa tiba tiba jadi bahas gadis tadi? Dan lagi. Tadi itu salah dia yang numpahin minuman ke baju aku. Dan mas kan lihat sendiri tampang gadis itu. Gak mungkin dia bisa beli baju yang aku pakai. Aku bicara sesuai fakta. " " cukup meta. Turun dari mobil ku sekarang juga. " arga menatap meta dengan mata yang merah menahan amarah. " kamu kenapa sih mas. Kamu belain gadis itu terus. Atau jangan jangan kamu kenal sama gadis itu? " " aku bilang turun dari mobil ku sekarang " Arga merasa tak terima karna meta selalu merendah kan raya. Meski pun raya miskin. Tapi raya tidak se rendah itu bagi arga. Meta akhir nya turun dari mobil arga. Membanting pintu mobil milik arga dengan keras. " dasar batu karang. Susah banget dapetin tuh orang.." gumam meta sambil terus meng hentak kan kaki nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD