" pagi sayang." ucap arga pada anak nya yang tengah menikmati saraoan pagi nya. " pagi pah. Mama mana pah? Belum bangun? " tanya arga yang tak mlihat raya keluar dari kamar nya. " iya. Biar kan dia tidur dan bangun se mau nya hari ini. Pasti capek." ucap arga dengan senyuman yang menurut sarah itu aneh. " capek? Maksud papah? Emang mama aku abis ngapain pah? " tanya sarah heran. " kamu kayak nggak tau aja." arga makin cengengesan sambil menikmati kopi di cangkir nya. Bik sumi yang mendengar pun hanya bisa geleng geleng kepala. " dasar pak tua. Aku jadi kasihan sama raya. Badan sekecil itu punya suami kayak papa." kesal sarah, lalu sarah bergegas masuk ke kamar nya me ngambil tas lalu pergi ke kampus. " aku pergi pah, sandi udah nunggu di bawah." ucap sarah. " ya, hati hati." sahut

