Hari hari ber lalu.
Raya kini bekerja sebagai office girl di perusahaan.
Sedang kan sarah kini sudah mulai kuliah di salah satu universitas di jakarta.
PT TIRTO nama perusahaan tempat raya bekerja.
Raya bekerja baru satu minggu.
Ijazah sma nya hanya bisa di gunakan untuk melamar pekerjaan yang ter bilang rendah.
Dari pada nganggur lebih baik bekerja. Begitu pikir raya.
Dia pun juga sadar diri. Jaman sekarang cari kerja meski dengan gelar doctor pun pasti untung untung ngan.
Raya tetap men syukuri apa pun yang ia dapat kan.
Sedang kan arga, sudah dua minggu berada di luar kota guna menyelesai kan pekerjaan nya.
Raya pun belum memberi tau arga jika saat ini ia bekerja di pt tirto sebagai office girl atau cleaning service.
Entah apa tanggapan arga jika tau ia bekerja seperti itu.
" hallo om. Ada apa? " tanya raya dengan suara serak khas bangun tidur.
" kamu sudah tidur? " tanya arga di seberang.
" om ini udah jam satu malem. Aku bukan kunti om. Aku pasti udah tidur. " raya sedikit kesal dengan pertanyaan arga.
" ya siapa tau kamu belum tidur karna susah tidur akibat rindu pada ku."
" kenapa aku harus rindu sama om? "
" kamu ini."
Arga sebenar nya kesal dengan jawaban raya.
Tapi arga juga sadar. Ini waktu nya orang tidur. Tapi dia malah mengganggu raya yang sedang tidur di tengah malam.
" besok kan hari minggu. Kamu mau ke mana besok? "
Tanya arga lagi yang tak perduli pada raya yang kini sudah sangat ngantuk.
" besok aku gak ke mana mana om. Aku di rumah aja. Mau tidur. "
" emh. Baik lah. Aku akan segera merampung kan pekerjaan ku lalu pulang dan kita bisa jalan jalan. "
" eeemmmhhh. " raya hanya ber gumam menanggapi ucapan arga.
" apa kau ngantuk sekali? "
" iya om. "
Raya memang benar benar me ngantuk.
Seharian bekerja. Belum lagi jika para staff kantor yang kadang se enak nya menyuruh beli ini dan itu.
" ya sudah. Tidur lah. Aku akan me matikan ponsel nya. " arga pun tak tega mendengar suara lemas sang kekasih yang nampak sangat lelah. Entah apa yang raya kerja kan
Arga kembali sibuk menatap layar laptop di pangkuan nya.
Arga sengaja meng hubungi raya untuk sekedar memberi kan asupan tenaga dengan cara mendengar suara raya.
Kini arga nampak sumringah.
*****
Pagi hari raya bangun agak siangan. Tak seperti biasa nya.
Hari minggu ini memang raya sengaja ingin tidur.
" tumben non raya belum bangun." ucap bi sari yang pagi pagi sudah datang.
Bi sari sudah ma masak makanan untuk sarapan tapi raya tak kunjung bangun.
" apa aku bangun kan saja ya? " tanya bi sari pada diri nya sendiri.
****
" raya kemana ya? Udah lama banget gak ada kabar. Apa dia balik ke panti ya? " gumam sarah yang tengah rebahan di atas kasur.
Semenjak selesai ujian sekolah saat sma sampai saat ini sarah tak ber temu dengan raya.
Ter akhir melihat raya adalah di tempat penerimaan ijazah.
Bahkan mereka tak sempat ber tegur sapa karna raya yang langsung meng hilang dari sekolahan.
****
" asalamualaikum bu. " raya tengah meng hubungi ibu panti.
Raya merasa Sudah lama raya tak meng hubungi ibu panti.
" wa'alaikum salam. Ini siapa ya? "
" ini raya bu. Ibu apa kabar. "
" ya allah nak. Kamu ke mana aja? Kenapa gak pernah kabarin ibu? "
" raya masih di jakarta bu. Maaf bu. Raya dari kemaren kemaren sibuk nyari kerjaan bu. Jadi belom sempet hubungin ibu. "
" kamu baik baik aja kan nak? Kamu kerja di mana raya? "
" aku kerja di perusahaan pt tirto bu. Jadi cleaning servis di sini. " raya sebenar nya malu mengatakan diri nya yang bekerja hanya sebagai cleaning service.
Tapi memang itu kenyataan nya.
" iya. Gak apa apa nak. Kerja apa pun yang penting halal. Maafin ibu ya nak. Ibu selalu menyusah kan raya. Bahkan kamu sampai menjual motor kamu buat bantu ibu. "
" ibu tau dari mana raya jual motor bu?. "
Raya kaget. Dari mana ibu panti tau raya menjual motor nya untuk mem bantu panti? Padahal raya merasa tak men cerita kan pada siapa pun.
" ibu menunggu kabar dari kamu yang tak kunjung meng hubungi ibu. Jadi ibu terpaksa meng hubungi mbok sur yang ponsel nya waktu itu kamu pinjam untuk meng hubungi ibu. Mbok sur yang cerita kalau kamu jual motor buat bantu ibu. "
" tapi raya juga nggak cerita sama mbok sur kalau raya jual motor bu. Gimana mbok sur biasa tau? "
" mbok sur dateng ke kos san kamu. Tapi kamu nya sudah pindah. Mbok sur denger dari tetangga kos san kamu yang kebetulan lihat kamu pas sedang transaksi jual beli motor. Gitu kata mbok sur. "
Raya nampak meng garuk kepala nya yang tak gatal.
Raya pikir tidak ada yang tau dia menjual motor.
Tapi kini bukan hanya mbok sur. Bahkan ibu panti pun sudah tau.
" raya. Kamu sekarang tinggal di mana? "
Tanya ibu panti.
" emh. Raya tinggal di kos san dekat perusahaan tempat raya bekerja bu. " bohong raya.
Raya tidak mungkin juga saat ini mengaku kalau ia tinggal di apartment.
Bisa bisa ibu panti ber pikiran yang tidak tidak.
" kamu hati hati ya. Sering sering kabarin ibu. "
" iya bu. Ya sudah raya tutup dulu ya bu. Ibu juga jaga diri baik baik. Salam buat semua nya ya bu. Asalamualaikum. "
" wa'alaikum salam. "
Setelah melakukan panggilan dengan ibu panti, raya ingin ke luar dari kamar nya.
Sudah seharian raya hanya ber guling guling di atas kasur.
Bahkan keluar kamar pun tidak.
Hingga hari mulai malam saat perut nya sudah sangat lapar. Baru lah raya ber niat ke luar kamar untuk mencari makan.
Bahkan raya tak tau bi sari datang dan pulang dari apartment nya.
Raya benar benar me manfaat kan hari minggu nya untul sekedar tidur tidur ran.
" yyaaaaaakkkk. " teriak raya saat baru saja mem buka pintu kamar nya.
Jantung nya hampir saja melompat keluar.
" om ngapain ber diri di depan pintu kamar aku? Kalau aku jantung ngan gimana? "
Raya ngoceh karna saking kaget nya.
Baru juga buka pintu tapi langsung di kejut kan oleh arga yang sudah ber diri ber sedekap menatap tajam raya.
" habis telfon nan sama siapa kamu? Sampai sampai aku dateng ketuk pintu aja gak denger. " sewot arga yang baru pulang dari dinas nya dari luar kota.
Ber ulang kali arga me ngetuk pintu. Tapi tak ada jawaban. Hingga akhir nya arga memilih masuk sendiri. Karna arga juga tau password pintu apartment itu.
Setelah sampai di dalam, arga pikir raya mungkin sedang mandi.
Tapi saat arga hendak me ngetuk pintu kamar raya, arga mendengar raya tengah ber bincang si telfon.
Hingga akhir nya arga me mutus kan untuk berdiri me munggu raya di depan pintu kamar raya.
" aku habis telfon ibu panti om. "
" bohong. " arga mode ngambek.
" kalau gak percaya cek aja ponsel aku. Nih. "
Raya juga kesal di tuduh seperti itu.
Akhir nya raya menyodor kan ponsel nya pada arga.
Lalu raya ber jalan ke dapur mencari makanan.