Bagian 7. Rangki kembali mengilai Nata

1745 Words
Aku menunggu mu dari semalam, kau kembali mampu membangunkanya, menunjukan bagian tubuh bawahnya yang mengeras dengan cara menekan pas di bagian miss v Nata. Rangki mulai menjamah Nata dengan bebas, tanpa ada perlawanan, Nata cukup ketakutan dengan ancaman dari Rangki. Rangki mulai merabanya, bagian bawah Nata mulai basah, disana rangki berlama-lama menyentuhnya dengan lembut, memainkan bagian c******s Nata, memutar dengan perlahan-lahan, seraya memasukan sedikit, demi sedikit jarinya keruang yang lebih dalam, lalu mengoyangkan dengan perlahan-lahan disana. Jemarinya terus memaju mundur, mengocok bagian kemaluan Nata, Nata mengeliat sebagai mana mestinya, badanya bergeta, desahanya mulai keluar, Ahhh ahhh ,,,” jangan lakukan itu’, ahhh sembari getaran dan deshan keluar darimulutnya. Rangki sangat lihai, serasa tidak mendengar ucapan Nata, yang dia dengar hanya desaran -desahan Nata yang seraya memanggilnya untuk segera memasukinya. membuat Nata mendesah, dan badanya mulai mengeliat dan gemetar..ahh, ahh, ahhh,, Ahh, ahhh , “ku mohon jangan lakukan itu padaku” ahh desahan nya terus susah dikendalikan. Nata boleh saja menolak namun tubuhnya merupakan wanita dewasa yang rindu akan sentuhan. Selama ini nata cukup menjaga diri tidak pernah dekat atau pun pacaran dengan siapapun, Nata dengan lelaki hanya sekedar say hallo saja. Ya begitu sayang, kau harus mencoba menikmatinya, maka kita akan mendapatkan nikmat bersama ucap Rangki khas laki-laki hidung belang. Tubuhmu sangat indah Permata Nata, Rangki menyulusuri semuanya, dan ini mulai basah, kamu siap ya sayang, ucap Rangki. Rangki mulai menganti pangilan untuk Nata dengan kata sayang, ya karena Nata tidak memberinya izin memanggil namanya. Kamu sangat menjijikan, enyah lah dariku, teriak Nata. Settt, Rangki mengisyaratkan diam, sembari mencium bibir Nata, jangan berteriak, Masih pagi, orang-orang masih belum berangkat beraktifitas, jika ketaun kamu yang rugi. Ancam Rangki dengan metode lainya. Nata sudah sangat tau dengan konsekuensi yang di dapat jika dia berteriak. Namun akal sehatnya masih tidak dapat menerima perlakuan Rangki. “Berhentilah melakukan pelecehan pada ku, aku bukan boneka yang bisa kau pakai sesuka hatimu b******n, bisik Nata yang memang tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima perlakuan pelecehan ini. Tenang sayang, aku tidak akan lama kali ini, aku telah menunggu mu sedari malam, ucap Rangki kembali. Segera Rangki membuka sabuknya, lalu celananya diturunkan. Milik Rangki sudah sangat siap begitu juga Nata. Rangki ingin melakukanya dengan pelan kali ini karena tidak ingin kembali menyakiti Nata. Perlahan-lahan diposisikan Pen*snya di bagian Miss v Nata, lalu didorong dengan pelan, mastikan Nata tidak kesakita. Tangannya masih meraba gundukan gunung milik Nata, sembari memainkan putting susunya yang sudah mulai mengeras, menandakan Nata sudah sangat siap dan terangsang. Dibagian bawah memompanya dengan pelan, lalu Rangki memainkan putting s**u Nata, mengisapnya dengan perlahan-lahan, berirama semakin dalam, mengulum putting susunya semakin dalam lalu mengisapnya dengan kuat, membuat Nata mengeluarkan Perlepasanya, ahhh, ahhh, ahhhh, Nata mulai mengeliatkan badanya, dia merasakan geli diseluruh tubuhnya. Merasakan nikmatnya sentuhan Rangki. Ahh, aaahh,, aaahhhh desahan nata kembali bersuara keluar dari mulutnya saat Rangki memaju mundur gerakanya lagi, sedikit dipercepat. Rangki terus melakukan gerakan yang sama berulang kali, mencium nata mengigit leger nya dan juga masih memainkan p******a nata, meremasnya disana… Ahhh,,, ahhh,,, kau menyatiku,ucap Nata. “tidak sayang, aku tau kamu mulai menikmatinya” walau mulutmu berkata lain, namun tubuhmu benar-benar menginginkan sentuhan ku, lebih dalam, dan dalam lagi. Ahhh,,, ahhhh,,, ahhhhhaahh , Nata terus mengeluarkan suara desahanya. Aahhhh . ia begitu sayang, nikamati setiap setuhan yang aku berikan, maka kamu tidak akan stress dengan kegilaan ku ini, aku harap kamu mulai belajar menyeimbangiku kali ini. Ahhh ,,, shitt, keluar dari mulut Rangki, kau sangat nikmat Sayang, ahhh,, ahhhh,,, Ahhhh Kau sangat nikmat. Rangki terus memopa tubuh Nata, gerakanya semakin cepat ,,, yacchhh yaaachhh, ,,, kau nikmat sekali sayang,, Saat rangki lagi menikmati indahnya percintaanya, Nata mengeluakan suara aku tidak kuat lagi ucap Nata, kali ini dia berkata benar, rasanya tubuhnya yang hancur makin hancur dan kesakitan, tidak bisa menikmatinya lagi, sudah melemas dibuat terguncang berkali-kali oleh Rangki. Hanya keluar beberapa desahan lagi, ahh, ahhh, ahh,, ahh ,ahh… Sabar sayang sedikit lagi, aku akan mempercepatnya, kamu yang kuat ya ucap Rangki. Rangki mulai terganggu dengan ucapan Nata, dia mulai mengkhawatirkan Nata, Kawatir dia pinsan lagi. Aahhhhcchh,,, aahhcchhh , aahhhh, sudah sembari mendorong d**a Rangki, Rangki menyadari kekuatan Nata sudah melemas, namun dia belum mendapatkan pelepasanya, dibawah sana Nata sangat keta, membutnya mengilai Nata, Nata sudah seperti candu baginya. Ranggki menyadari Nata semakin lemah, lalu mempercepat gerakanya, memaksa melakukan perlepasan dengan cepat, diakhir Rangki memajukan badanya dengan sangat cepat, lebih cepat lagi, dan lagi, gigitan miss v Nata juga semakin ketat, membuatnya semakin gila,,,,hingga mencapai perlepasanya, ahhhh… ahh… yaacchhh begini Nata, kau cepat belajar ternyata… sembari memeluk Nata dengan erat dan membenamkan penisnya didalam miss v Nata. “Terima kasih wanita ku, aku akan melindungimu mulai sekaran asal kau selalu menurut padaku Sayang” ucap Rangki seraya mengecup kening Nata dan terkulai lemas tidak berniat mengeluarkan kelam*nya dari tubuh Nata. Masih menindihnya, menikmati detik detik hormon kebahagiaan memancar dalam tubuhnnya, hingga akhinya yang dibawah sana melemas, baru ditarik dan berbaring sambil memeluk Nata dengan posesif. Nata tidak melawan di peluk Rangki, dia tidak memiliki tenaga lagi lalu memejamkan mata. **** Saat keduanya bangun, matahari mulai meninggi, suhu kamar mulai terasa gerak, Nata membuka mata, tidak ada derama kekagetan dia hanya mengeserkan tangan Rangki dari perutnya, nyatanya gerakan Nata membuat Rangki terbangun, lalu menguatkan pelukanya. “sebentar lagi, begini sebentar” Rangki kembali memluknya erat. Nata tidak melawan, membiarkan tubuhnya dipeluk erat. Pelukan itu makin membuatnya gerah, dengan suhu kamar yang mulai panas. “aku mau mandi” ucap Nata pelan seraya berusaha melepaskan tangannya. “nanti” aku masih bersama mu. Nata benar-benar menjadi kegilaan bagi Rangki, waktu serasa sangat menyenangkan jika bersama Nata. “ aku lengket, mau mandi” lalu dengan paksa Nata melepaskan tangan Rangki. Tidak ada ketakutan di wajah Nata, lalu dengan cepat bangkit, menuju kamar mandi. Tidak ada harapa, tidak ada kehidupan yang bisa dilelati dengan mudah sekarang. “aku dinodai sesuka hatinya, dibungkam dengangan berbagai ancama, yang berkuasa bisa melakukan segalanya”. Terus menguyuri air ke tubuhnya. Tidak histeris seperti sebelumnya, namun sakit hati dan tubuhnya mash berasa. Selang beberapa menit kemudia, Nata menyudahi mandinya, lalu melangkah keluar, tidak ditemuinya lelaki yang tadi mengaulinya dengan paksa. Nata memastika mencari sekeliling, di kamarnya yang kecil ini sangat mudah mengrtahui bahwa dia sekarang sendiri. Terlihat tas nya ada di meja belajar, lalu mendekati benda itu dan melihat semua isinya masih utuh. “oh dia kemari ingin mengembalikan tas” setidaknya aku tidak repot mengurus identitas yang hilang. Tittatituti ,,, bunyi pesan singkat dari HP Nata, Lalu nata segera membuka, kawatir yang menghubunginya adalah orang tuanya. Membaca pesan. “sayang”, chihhh, memangilku sayang aku sangat jij*k membacanya. Segera Hp itu diletakan kembali, tidak lama berselang terdengar lagi suara tittatitut… Nata meliriknya, cukup tau yang masuk adalah dari si Anjing gila , piskopat sek. Tidak ingin melihatnya namun detik berikutnya mendapat SMS Banking, pemberitahuan saldo masuk dengan Nominal cukup besar. Tergugah ingin melihat, membuka SMS banking itu. Memastikan dengan membuka aplikasi mobilebanking, benar saja nominal cukup besar masuk sekitar 200 juta, mulut Nata terbuka dengan lebar, wow… darimana sumber uang ini. “apakah akhir-akhir ini tren pencucian uang, lalu aku juga menjadi salah satu pengalihan pencucian uang, pikirnya keras. Masih dengan handuk yang melilit tubuhnya, rambut yang basah menetes kan air kelantai. Oh My god, nata menyibak rambutnya yang basah, apa kali ini aku akan terkena kasus lainya. Lalu dengan panik meletakan kembali ponselnya, tidak ingin melihatnya. Lalu bergegas memilih baju, berniat ingin melapor ke bank terdekat, tidak ingin terjerat kasus menerima uang tanpa tau sumbernya. Tittatitut… bunyi hp kembali didengarnya, dia cukup tau itu hanya pesan singkat, diabaikan, fokus merias wajanya yang sembam agar keluar kamar tidak terlihat. Setelah merias diri diangapnya sempurna lalu meraih HPnya. Dalam waktu bersamaan hapnya berbunyi lagi tittatitut… Tiga pesan diterimanya dari nomor yang sama, lalu membuka dengan perasaan was-was. “kali ini apa lagi yang akan dilakukanya, tidak cukupkah dia menyiksaku”, piskopat pikirnya. ***Pesan pertama “ Sayang, aku menunggu mu untuk makan siang” Hahhaa.. hahahha.. aku sudah kenyang, melihat mukamu saja enek, gimana mau menelan makan siang bersama. ***Pesan kedua “ struk bukti transferan 200 juta” pakai saja untuk kebutuhan mu Hahahha,,, sekarang dia membayar ku , dikira aku wanita dbayaran… Nata terbawa mengejek *** Pesan ketiga, foto makanan. Uwek,, melihatnya saja aku mual apa lagi makan bersamnya. Gumam Nata … Tidak lama berselang terdengan ketukan dipintu kamar Tok..Tok.. Tok.. Nata mulai Panik. Lalu kenop pintu terlihat berputar, dan terbuka, melihat lelaki itu muncul dengan membawa tentengan makanan. Dengan ekspresei bahagia diwajahnya, aku bawakan kamu makan siang sayang… kita makan bersama dulu ya, lalu kau boleh beristirahat kembali. Melihat nata sudah sangat rapi lalu Rangki berkata “Tidak perlu kerja hari ini, aku sudah memberimu izin” ucapnya cepat sambil meneteng makanan. Nata tersenyum sinis, siapa yang mau bekerja padamu, ucap Nata. Rangki masih dengan posisi menyajikan makanan, mengatur beberapa di atas meja. Lalu berjalan mendekati Nata dan mendorongnya ke meja untuk mereka bisa makan bersama, duduk lah dan makan dulu, nnanti kita diskusikan soal pekerjaan mu. “tidak, tidak perlu diskusi aku sudah tidak berminat bekerja di restoran mu. Ucap Nata tegas. “Kamu lupa sudah menandatangani kontrak” Rangki mengingatnya sambil tersenyum lalu memegang terlapak tanganya dan meletakan sendok disana. “Makan lah” kamu butuh tenaga untuk pulih, Rangki melengkapi kalimatnya. “aku tidak selera”…. “makan atau perlu aku mengeluarkan ancaman setiap permintaan kecil untuk mu? . tanya Rangki dengan tatapan serius, bak syetan dengan bibir yang diangkat, terlihat seperti senyuman iblis. Nata tidak berkutik, lalu menyuapi satu sendok lalu mengunyah dengan lama. Ini enak, Rangki mencoba menambahkan beberapa lauk ke piring Nata, namun Nata tidak berucap atau pun meliriknya, pikiranya tidak sedang makan, hanya tubuhnya yang ada disana. Suasana ini sangat menyiksanya. Merekapun menghabiskan makan siang masing-masing, masih banyak lauk yang tersisa, yang sengaja Rangki beli lebih untuk Nata. “uang mu akan ku kembalikan” ucap Nata memecahkan keheningan. Kirim nomor rekening mu, aku tidak ingin berutang apapun padamu. “pakai saja, aku tidak kekurangan uang” pakai ini perintah tegas Rangki. Rangki tidak ingin berdebat, lalu bangikt dan memilih keluar. Aku kekantor aku harap kamu istirahat dengan cukup, dan jangan pernah melakukan hal gila. aku akan kembali begitu urusan ku selesai. Ucap Rangki seraya berpamitan. “tidak perlu kembali, aku benar-benar tidak menginginkan mu”, kumohon lepaskan aku, kau dengan kekayaan mu bisa memilih gadis manapun… Rangki tidak peduli dengan ucapan Nata lalu memilih keluar dari kamar Nata dan meninggalkan kosan itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD