"Sayang, kamu nanti selain telur gulung, mau jajan apa lagi, hm?" tanya si laki-laki. "Aku ... nggak mau beli jajanan lagi deh. Takut jadi gendut. Kan aku udah bilang tadi. Kita jalan-jalan aja deh. Yang jauh. Ntar kalau cape, istirahat dulu ngopi." "Wah ... kamu beneran profokasi ya. Padahal aku tadi udah bilang, nggak apa-apa kamu gendut, aku akan tetep sayang. Malah kamu tambah gemoy nanti. Tapi kamu bersikeras jaga badan. Kamu benar-benar kontrol asupan supaya tubuh kamu tetap profesional." Tahta awalnya berusaha biasa saja selama mendengar obrolan penuh kemesraan dua sejoli di hadapannya itu. Meski ia tetap iri sebab anak ingusan seperti itu sudah sayang-sayangan, dan berhasil mendapatkan hati gadis yang ia cintai. Tapi omongan mereka lama-lama makin konyol. Hingga membuat Tahta t

