Memoriam XXXII: Canggung Satu Sama Lain

1873 Words

Adara terkejut sekali mendengar jawaban Tahta. Tahta kini menatapnya. Bersikap seolah semua baik-baik saja. Adara terkejut, tapi ia tidak marah. Ada rasa senang, tapi ia juga bingung. Benar-benar bingung. Mungkin ia memang akan menerima hal itu. Bisa jadi. Tapi ... seharusnya Tahta tidak membiarkan orang lain tahu dulu masalah itu. Tapi ibu-ibu itu sudah tahu, yang pasti, beritanya akan segera tersebar ke seluruh kampung. Dan Adara akan selalu ditanya masalah itu nantinya. "Oh, jadi ternyata kalian memang akan segera menikah. Alhamdulillah kalau gitu. Nah, begitu juga nggak apa-apa. Malah bagus. Hubungan persaudaraan bisa terus terjalin. Nggak perlu adaptasi lagi sama orang baru." "Kalau bisa disegerakan saja, Mas Tahta dan Mbak Dara. Nggak baik menunda pernikahan. Supaya terhindar dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD