BAB 68

1627 Words

Kamar Mara hanya dalam pencahayaan temaram dari lampu nakas ketika tubuh besar itu sudah menindihnya dengan keras. Mara berusaha untuk berontak tapi kedua tangannya dijerat ke atas kepala dan bibirnya dibekap, netra kelabunya membelalak lebar tapi teriakannya tertahan di tenggorokan. Kaki Mara terus menggeliat untuk lepas tapi juga segera ditekan oleh lutut yang sama kerasnya. Ketika menyaksikan tubuh Mara yang terus menggelinjang, kurang lebih seperti itu juga sebelum Anelies kehabisan napasnya hingga lemas dan pucat. Kilasan itu makin sering menghantuinya seperti kutukan. Ketika kedua tangannya di lepas, Mara segera balas memukul dan mencakar tapi kali ini kancing pakaian rajut tipisnya yang mulai dilucuti. Mara sedang tidak memakai bra jadi gumpalan lembut di dadanya yang juga menegan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD