BAB 51 GELAP, BADAI, DAN PETIR

2088 Words

Hujan dan badai kembali turun menjelang tengah malam, kamar Mara masih gelap gulita. Mara meringkuk di dalam selimut untuk mencari kehangatan tanpa pernah sadar jika dirinya sedang dalam bahaya karena menyimpan seorang pria di sebelah kamarnya, di malam seperti ini, dan membuat pria yang lain terbakar hangus hingga ikut gelap mata dan otaknya. Kilat dan petir yang kembali menyambar membuat Mara yang sudah setengah terlelap ikut berjinkat. Mara menarik lagi selimutnya hingga menutup kepala dan menggosok-gosokkan telapak kaki ke betisnya yang merinding dingin meski kamarnya sudah berpenghangat. Suara derap hujan yang menimpa atap membuat Mara tidak bisa mendengar apa-apa, rasanya seperti tenggelam. Suara badai yang berpusar-pusar beberapa kali terdengar ikut membuat ranting pohon patah dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD