Part 31: Heat

1636 Words

Luke dan Kenzee saling bertatapan. Setelah Ogel memberitahu rencananya Luke dan Kenzee duduk berdampingan di tempat semula. Tangan dan kaki mereka diikat kembali, kali ini lebih longgar. Keledai berjalan mendekati pintu besi. Ia berteriak kencang hingga ada seorang pria mendekat. “Hei, keledai kenapa kau berteriak?” “Tolong, pria itu mati. Kau harus memeriksanya.” Udon berusaha terlihat panik membuat pria itu mau tidak mau memeriksanya ke dalam. Pintu besi terbuka dan pria itu mendekati Ogel. Dengan gerakan cepat Ogel melumpuhkan laki-laki itu dengan cakarnya. “Wow, kakek kau hebat juga,” puji Udon. Luke dan Kenzee segera melepaskan ikatan di tangan. Mereka berempat menyelinap ke luar. Namun, sayang mereka sudah dikepung. “Kalian tidak akan bisa lolos dari tempat ini,” ucap pria ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD