4.Balas Dendam

1038 Words
Rere, Taya, Selin dan Syifa sudah berada di kelas. Beruntung guru yang seharusnya mengajar izin untuk tidak masuk jadi kelas free walaupun diberi beberapa tugas. Setelah didesak akhirnya Rere mau menceritakan kejadian sewaktu dirinya memergoki Abian dan teman-temannya mengeroyok seorang pria di belakang sekolah. "Jadi hp lo masih ada sama dia?" Tanya Selin. Dia masih kesal dengan kejadian tadi. Beruntung layar ponselnya dilindungi lapisan pelindung anti gores. Jadi ponselnya masih aman tinggal ganti anti gores, ponselnya akan kembali seperti semula. "Kita harus bales, enak aja tadi kita jadi bahan ketawa satu kantin" ucap Taya menggebu-gebu. Bertambah kesal salah-satu oknumnya adalah saudaranya sendiri. Rere dan Selin mengangguk setuju. "Tapi apa kalian enggak takut. Kita tau sendiri mereka itu gimana" ucap Syifa. Meskipun belum satu semester mereka ada di sekolah itu, tapi mereka sedikit tahu reputasi Abian dan teman-temannya. Buktinya saja tadi tidak segan-segan mempermalukan mereka di kantin. "Kita enggak salah. Jangan mentang-mentang kita adik kelas dan cewek mereka bisa berbuat seenaknya. Dan anggap aja pembalasan kita untuk mereka mewakili orang lain yang udah diperlakukan sama seperti kita" jelas Rere. Dendam sekali dia pada Abian dan teman-temannya. Jika saja ponselnya bisa kembali dan tidak ada kejadian seperti tadi tidak akan dia mau berurusan kembali dengan si Abian. "Bener. Gedek banget gue tadi liat si Kevin. Dasar buaya rawa jelalatan mulu matanya" kesal Selin. "Jadi gimana?" "Sini gue bisikin" Rere, Selin dan Syifa mendekat ke arah Taya. "Emang kamu tau yang mana punya mereka?" Tanya Syifa. "Gue tau punya si Jalu. Dan, seinget gue mereka punya stiker yang samaan gitu tapi gue lupa stiker apa" jelas Taya. "Biar gue sama Rere yang eksekusi. Lo berdua yang pantau keadaan sekitar" lanjut Taya. **** Bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi. Sudah banyak siswa-siswi yang meninggalkan sekolah. Dibalik tembok yang tidak jauh dari parkiran sekolah keempat orang gadis sedang berusaha menahan tawa melihat tampang kebingungan 4 orang siswa dengan motornya masing-masing di parkiran. Jadi tadi Rere, Selin, Taya dan Syifa menjalankan misi mereka. Rere dan Taya bertugas mengempeskan ban motor milik Abian, Romi, Jalu dan Kevin. Gadis-gadis itu sangat puas melihat tampang keheranan keempat pria itu. Rasa kesal akibat kejadian di kantin sedikit terbalaskan. "Dorong terus sampe mampus" ucap Selin mengundang tawa cekikikan dan Rere, Taya, Selin dan Syifa saat Abian dan teman-temannya itu mendorong motor melewati pos satpam untuk mencari bengkel terdekat. Mereka berdiri disitu sengaja untuk melihat keempat pria itu mendorong motornya masing-masing. Sekalian Rere dan Syifa menunggu jemputan masing-masing. Selin dan Taya sih bawa kendaraan sendiri ke sekolah. Abian berhenti lalu saling tatap dengan teman-temannya. Pantas saja ada yang ganjil. Kenapa bisa ban motor mereka kempes secara bersamaan. "Oh jadi ulah kalian" ucap Abian menatap keempat gadis itu tajam Ternyata ada yang mulai berani padanya. Belum pernah ada yang berani berbuat seperti ini kepada Abian sebelumnya. Abian kira kejadian tadi di kantin akan membuat mereka takluk dan dengan sedikit ancaman bisa membuat Rere mengembalikan ponselnya. Tapi ternyata mereka malah mengibarkan bendera perang. "Itu balasan karena kalian udah buat kita malu di kantin dan buat hp gue rusak" ucap Selin menatap sengit keempat pria dihadapannya. Setelah itu Rere dan Syifa berjalan menuju halte untuk menunggu jemputan sedangkan Selin dan Taya kembali ke parkiran untuk mengambil kendaraan mereka masing-masing. Meski sempat gentar melihat tatapan murka keempat cowok badung itu tapi rasa dendam mereka sudah sedikit terbalaskan. "Sialan! Enggak terima gue diginiin" Kevin menendang ban motornya dengan kencang. "Mereka enggak tau siapa lawan mereka" dengan kejadian ini Abian, Romi, Kevin dan jalu merasa keempat wanita itu mengibarkan bendera perang. **** Pagi hari di rumah Rere sangat ramai. Para Abang yang sudah tidak tinggal di rumah besar itu memutuskan menginap sampai akhir pekan nanti. Alhasil meja makan besar di ruang makan terisi penuh. Tinggal menunggu kedua orangtuanya yang belum bergabung. "Mama kenapa?" Tanya Dean mewakili yang lainnya khawatir melihat Anita di tuntun oleh Haris. Dean menghampiri bantu menuntun Anita yang kelihatan kurang sehat. "Mama enggak kenapa-napa. Semalem cuma demam tapi udah diperiksa Abang Jef, sekarang cuma lemesnya aja" jelas Anita tak mau membuat anak-anaknya khawatir. "Abang kok gak ngasih tau mama sakit" Rere menatap Jefri kesal. "Mama yang suruh dek, udah malem kasian kalian harus istirahat" jelas Anita lagi. "Mama cuma butuh istirahat dek" jelas Jefri. "Papa ngarepnya ngisi lagi ternyata enggak" Haris yang memang terobsesi punya banyak anak mendesah lesu. "Pa" Semua anak dan Istri Haris berseru kesal. "Yang bener aja pa, aku gak mau anakku nanti seumuran sama adikku" kesal Satria yang istrinya sedang hamil. "Mama udah tua udah enggak bisa hamil lagi, inget loh Pa cucumu itu sudah mau nambah jangan macem-macem" Anita berucap kesal. Apa 8 anak tidak cukup? "Hehehe... Papa cuma bercanda kok, Ma" Haris hanya cengengesan apalagi melihat tatapan anak-anak padanya. ***** Abian, Romi, Kevin dan Jalu pagi ini sedang kumpul di parkiran sekolah menunggu tersangka yang membuat mereka kemarin harus mendorong motor mencari bengkel terdekat. Jalu memberi kode melalui ekor matanya. Terlihat Selin memasuki parkiran dengan motor matic kesayangannya. Selin baru saja menurunkan standar motor ketika dengan tiba-tiba kunci motornya diambil secara paksa. "Balikin!" Selin mencoba merebut kunci motor di tangan Kevin. Kevin mengangkat kunci motor itu tunggi-tinggi hingga Selin sulit menggapainya. "Cium dulu baru gue balikin" "Sinting!" Selin mendorong jauh wajah Kevin yang mendekati wajahnya. Terdengar suara tawa Abian, Romi dan Jalu. "Si k*****t bisa banget modusnya" Jalu masih ngakak di tempatnya. Terlanjur kesal Selin menendang kuat betis Kevin lalu mendorong tubuhnya. Kevin terjengkang mengenaskan di area parkiran itu. Makin menggelegar suara tawa ketiga sahabatnya. "Mending lo cium knalpot motor, enggak sudi gue dicium sama lo" Setelah mendapatkan kembali kunci motornya dengan mudah Selin berlalu dari sana dengan mengibaskan rambutnya. Meninggalkan Kevin dengan rasa kesal yang memuncak ***** Tiba di kelas Selin menghempaskan tas yang dibawanya dengan kasar ke atas meja. "Santai ndoro masih pagi udah marah-marah" ucap Taya menghentikan sejenak kegiatannya menyalin PR ketika mendengar kegaduhan yang Selin buat. "Kesel banget gue sama si cumi m***m itu" Syifa menyerahkan sebotol air mineral yang sisa setengah pada Selin. Selin meminumnya dengan rakus. "Jelasin pelan-pelan" Rere menepuk-nepuk pelan bahu Selin. Dengan emosi yang masih terasa Selin menjelaskan kejadian tadi di parkiran. "Wah sialan. Enggak terima gue bestie gue digituin" "Bales. Mereka kira kita bakal diem aja" Dan kibaran bendera perang tidak butuh waktu lama disambut pihak lawan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD