Setelah sampai di kelasnya Kayla pun segera masuk kedalam kelas Karena guru yang mengajar telah masuk dari dan pelajaran pun sudah dimulai.
"Tok tok tok permisi Bu maaf saya terlambat saya habis dari ruangan kepala sekolah," seru Kayla hendak masuk.
"Oh iya Kay silahkan masuk!" ujar bu guru. Kayla Kemudian masuk ke dalam kelas lalu duduk dibangku nya.
"Kay ada apa kok tadi Lo disuruh menemui kepala sekolah Lo gak buat masalah kan?" Tanya bela penasaran.
"Gak entar gue jelasin pas istirahat kalau sekarang fokus sama pelajaran dulu," balas Kayla sembari mengeluarkan buku tulisnya.
"Ih Kay gue kan kepo kenapa gak sekarang aja sih!" ucap bela agak keras sehingga terdengar oleh Bu guru.
"Bela bisa diam tidak kalau tidak silahkan kamu keluar dari kelas kamu tidak usah ikut pelajaran saya!" tegas Bu guru.
"Eh gak kok Bu maafin saya," seru bela.
"Tuh kan apa gue bilang ngeyel sih Lo!" bisik Kayla. Lalu mereka fokus pada pelajaran yang sedang berlangsung.
Saat ini Azka sedang duduk santai di kantin sambil menikmati sepuntung rokok dan kopi. Ya dia sehabis dari ruang kepala sekolah tadi dia tidak langsung masuk ke kelas nya namun dia justru pergi ke kantin.
"Kenapa sih dia yang harus jadi tutor gue gak ada yang lain apa?" seru Azka pada dirinya. Namun tak lama kemudian datanglah Bu Rina lalu melihat Azka yang sedang duduk santai dikantin Bu Rina memutuskan untuk menghampiri Azka.
"Ngapain kamu di sini ka bukannya ini masih jam pelajaran apa kamu bolos hah?" seru Bu Rina.
"Iya Bu saya tau kalau sekarang masih jam pelajaran tadi saya haus mangkanya saya kesini dulu untuk minum," balas azka.
"Kan nanti kalau istirahat bisa kan! lagian tuh kamu ngerokok lagi kan kamu udah tau kalau diarea sekolah dilarang merokok harus berapa kali sih ibu kasih tau kamu," tegas Bu Rina yang mulai emosi.
"Iya Bu maafin saya, saya tidak akan mengulanginya," ujar Azka.
"Kamu kalau dinasehati selalu jawaban nya begitu, tapi tidak pernah kapok besok nya masih diulangi terus kemarin itu maksud kamu apa bilang kalau Kayla kabur dari hukuman padahal kamu yang udah kunciin dia di gudang kan?" ucap Bu Rina.
"Nggak kok Bu kalau yang ini serius lagian sapa bilang aku bohong Bu, orang beneran kok dia itu kemarin kabur mungkin alibi nya dia biar gak Kena marah ibu," balas Azka.
"Kamu jangan berbohong ya saya kemarin udah cek CCTV sama udah tanya sama satpam yang bukain pintu gudang nya dan kamu yang terbukti bersalah jadi kamu jangan ngeles lagi sekarang kamu saya hukum bersihin lapangan basket sampai bersih paham!" seru Bu Rina.
"Tapi Bu.." balas Azka.
"Gak ada tapi-tapian cepetan!" tegas Bu Rina.
"Iya Bu" kemudian Azka pergi menuju lapangan basket untuk melaksanakan hukumannya.
Setelah sampai di lapangan basket Azka mulai mengerjakan hukumannya mulai dari mencabut rumput dan menyapunya.
"kenapa malah gue yang kena imbasnya ini kan yang salah cewek tengil itu!" gerutu Azka sambil menyapu.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 wib seluruh siswa berhamburan keluar dari kelas untuk menuju ke kantin. Mereka ingin mengisi perut mereka yang dari tadi udah berbunyi. Namun tidak dengan Kayla dan teman-teman nya mereka masih setia duduk dibangku mereka.
"Eh Kay jadi gimana yang tadi Lo disuruh menemui kepala sekolah untuk apa?" Tanya bela yang masih penasaran.
"Gue disuruh jadi tutor Kakak kelas," balas Kayla tak semangat.
"What? Kakak kelas siapa kay?" Tanya Sarah.
"Azka," balas Kayla singkat.
"Apa? oh my good sungguh luar biasa kamu beruntung banget Kay kamu bisa bertemu dia tiap hari dong gue mau kalau gitu," seru bela semangat.
"Dih beruntung apaan yang ada itu musibah buat gue mana kalau gue gak mau nilai gue yang jadi taruhannya lagi kan menyebalkan," kesal Kayla.
"Kok gitu sih Kay kamu harus bersyukur dong banyak cewek diluar sana yang ingin deket-deket sama Azka," ujar Sarah.
"Yaya itu kan bagi mereka bukan bagi kan tau ah gue mau pergi," seru Kayla kemudian beranjak pergi.
"Mau kemana Lo Kay?" tanya bela
"Mau ke perpustakaan pinjam buku buat tuh kakak kelas!" seru Kayla yang menghilang dari pintu.
"Yah , eh bel gue tebak kalau mereka besok bakal jadian lihat aja sikap Kayla pada Azka segitu bencinya sama dia kan ada pepatah bilang benci bisa jadi cinta," ujar Sarah.
"Iya juga gue juga berfikir begitu kita aamiin kan aja!" balas bela.
"Eh btw kantin yok lapar gue!" ajak sarah.
"Yok," balas bela kemudian mereka menuju ke kantin tanpa kayla.
Sepanjang koridor Kayla berjalan dengan santai sembari melihat suasana Sekolah nya namun ketika melewat lapangan basket tiba-tiba Kayla melihat sosok Azka yang sedang membersihkan lapangan itu. Kayla pun akhirnya memutuskan untuk menghampiri Azka.
"Eh Lo," seru kayla.
"Hmm," balas Azka.
"Gue mau bilang kalau nanti pulang sekolah ada jadwal belajar gue harap Lo mau nanti untuk tempat dirumah gue aja," ujar Kayla memastikan.
"Dirumah gue aja!" seru Azka.
"Kok jadi Lo yang ngatur sih kan gue yang jadi tutor Lo jadi Lo harus ngikut sama gue!" ujar Kayla.
"Kalau mau ya dirumah gue kalau gak mau yaudah," seru Azka.
"Ih siapa sih sebenarnya yang butuh kok jadi gue yang harus ngikut Lo!" kesal Kayla.
"Jadi gimana mau gak?" Tanya Azka.
"Yaudah deh iya," gerutu Kayla.
"Nanti gue tunggu diparkiran," seru Azka.
"Yaya," balas kayla lalu pergi meninggalkan Azka.
Disepanjang perjalanan menuju perpustakaan Kayla pun bicara tak jelas karena Azka namun ketika sedang hendak masuk ke perpustakaan tiba-tiba tangan kayla ditarik oleh seseorang dan dia adalah Yasmine beserta teman-temannya.
"Aw lepasin" seru kayla.
"Maksud Lo apa tadi dekat-dekat azka hah? Apa Lo gak kapok sama kejadian kemarin dikantin?" Seru Yasmine.
"gue kan udah pernah bilang kalau gue gak ada niatan deketin cowok Lo sekarang gue minta Lo Lepasin tangan gue atau gue akan teriak tolong," ujar Kayla.
"Berani-beraninya Lo sama gue lihat aja nanti pembalasan gue!" ancam Yasmine kemudian pergi meninggalkan kayla.
"Dasar Kakak kelas aneh," seru Kayla kemudian masuk ke dalam perpustakaan.
"Assalamualaikum Bu maaf saya mau minjam paket buku uji coba ujian untuk kelas 12 kira- kira itu dimana ya?" Tanya Kayla pada petugas perpustakaan.
"Oh bentar saya ambilkan didalam karena buku itu hanya tersedia beberapa saja mangkanya kami pisahkan" seru petugas perpustakaan.
"Baik Bu," balas kayla tak lama kemudian guru tersebut sudah datang kembali dengan membawa sebuah buku.
"Ini bukunya jangan lupa ngisi buku pinjam nya!" ujar petugas perpustakaan.
"Iya Bu," balas Kayla lalu mengambil bolpoin dan menulis nya.
"Udah nih Bu kalau begitu saya pamit dulu assalamualaikum," seru kayla. Lalu meninggalkan perpustakaan dan kembali lagi ke kelas Karena bel masuk sudah berbunyi.
Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 waktunya seluruh murid untuk pulang ke rumah masing-masing. Begitu pun dengan Kayla dan teman temannya saat ini mereka sedang berkemas - kemas untuk pulang.
"Eh Kay Lo jadi nebeng gue gak kan katanya mobil Lo tadi diambil sama Abang Lo buat pergi keluar kota?" Tanya Sarah sembari memasukkan bukunya.
"Nggak jadi sar gue hari ini ada jadwal jadi tutor nya Azka maafin ya," balas Kayla.
"Oh gitu emang belajar nya dimana?" Tanya Sarah.
"Tadi sih gue bilang nya dirumah gue aja tapi dia nya minta dirumah dia alhasil gue yang harus ngalah," ujar Kayla.
"La terus gimana Lo kesana nya apa Lo dibonceng sama dia?" Tanya Sarah lagi.
"Ya gak mungkin lah paling gue nanti naik taksi aja ngikutin dia dari belakang," seru kayla.
"Apa gue antar aja Kay?" tawar Sarah.
"Iya Kay diantar Sarah aja daripada Lo harus naek taksi," ucap Bela.
"Gak usah gapapa dari Lo pada nanti muter-muter kan jadi lama sampai dirumahnya," balas Kayla.
"Yaudah deh, kalau begitu keluar yuk!" ajak bela.
"Yuk!" mereka pun kemudian pergi keluar Menuju parkiran. Sesampainya disana ternyata Azka sudah menunggunya.
"CK lama!" ujar Azka.
"Sekali-kali gapapa lah ya nunggu," seru kayla.
"Udah cepetan!" ujar Azka.
"Bentar gue cari taksi dulu mobil gue tadi diambil sama Abang gue soalnya," seru kayla.
"Naik motor gue aja dari pada harus nunggu lagi," seru Azka.
"Ogah lah mending gue naik taksi aja," balas kayla.
"Naik aja kenapa sih Kay! toh taksinya nunggu nya pasti lama nanti kamu juga bisa pulang kemalaman," saran bela.
"Iya Kay ngikut dia aja Napa! dia gak akan makan Lo kan," seru Sarah.
"Cepetan mau naek gak?" ujar Azka.
"Iya bentar," ujar Kayla lalu naik ke motor Azka. Belum sempat Kayla berpamitan sama teman-temannya tapi Azka keburu menjalankan motornya dan itu membuat kaget kayla dan hampir jatuh dari motor Azka untung saja Kayla langsung sigap memeluk tubuh Azka.
"Lo mau bikin gue mati apa?" teriak kayla. Namun ucapan Kayla tak digubris sama Azka, Azka hanya fokus sama motornya.
"Oy pelan-pelan Napa gue masih ingin hidup!" seru Kayla yang masih setia memeluk tubuh Azka sembari menutup matanya karena ketakutan. Namun Azka masih tidak membalas ucapan Kayla justru dia semakin melajukan motornya dengan cepat hingga akhirnya sampai rumah Azka. Namun tidak disadari oleh Kayla.
"Turun Lo enak aja cari kesempatan dalam kesempitan," seru Azka dan itu membuat Kayla refleks melepaskan pelukannya.
"Ih Lo kalau bawa motor bisa hati-hati gak sih!" ujar Kayla. Namun Azka malah menyelonong pergi tanpa ada rasa bersalah nya.
"Emang ya itu anak bikin gue emosi aja!" seru Kayla kemudian mengikuti Azka pergi.