07

1314 Words
Purwokerto Di sekolah Arfani, Irfandi, dan Titah Di kelas Arfani, Irfandi, dan Titah.. "Assalamu'alaikum anak-anak", pak Irwan memberikan salam pada semua murid di kelas. "Wa'alaikumussalam pak Irwan", semua murid di kelas menjawab salam dari pak Irwan. "Anak-anak bapak ingin memperkenalkan murid baru di kelas, silahkan perkenalkan dirimu di depan kelas dengan teman-teman mu", kata pak Irwan. "Baik pak", sambung Titah. "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh", Titah memberikan salam pada semua murid di depan kelas. "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh", semua murid di kelas menjawab salam dari Titah. "Sebelumnya perkenalkan nama saya Titah Kesumawardani atau panggil saja Titah, saya dari jakarta, terimakasih, assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh", kata Titah yang memperkenalkan diri pada teman-teman nya di depan kelas. "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh", semua murid menjawab salam dari Titah. "Do pindah, Titah duduk disini saja", kata Arfani. "Iya", sambung Titah dan Aldo. "Baik anak-anak hari ini kita tidak belajar dulu ya, kita catat mata pelajaran saja dulu dan untuk pemilihan ketua kelas besok saja, karena hari ini kalian pulang cepat dan tidak ada pelajaran di sekolah", kata pak Irwan. "Siap pak..", sorak semua murid yang ada di kelas. Dan bell sekolah pun berbunyi itu tandanya sudah istirahat, Arfani mengajak Titah untuk ke kantin sekolah. Ingin rasanya aku marah pada Arfani, dan kata teman ku, aku cemburu pada Arfani, karena Arfani selalu berduaan dengan Titah. Masih di kelas Arfani, Irfandi, dan Titah.. "Baik anak-anak bell istirahat sudah berbunyi, kalian boleh untuk istirahat dan setelah istirahat kalian boleh pulang", kata pak Irwan. "Iya pak", sambung semua murid. "Siapa lagi yang w******p gue, oh Arfani, kenapa ya, lihat saja deh", kata Irfandi. ** Percakapan Irfandi dan Arfani lewat w******p. "Fandi, kowe, Iwan, lan Dea marang kantin sekolah duluan wae ya" (Fandi, kamu, Iwan, dan Dea ke kantin sekolah duluan saja ya), kata Arfani. "Loh kok tumben ana apa ta fan ?" (Loh kok tumben ada apa fan ?), tanya Irfandi. "Wis ikuti inyong wae, aja akeh takon Fandi, engko uga kowe ngerti neng kantin sekolah" (Sudah ikuti saya saja, jangan banyak tanya Fandi, nanti juga kamu tau di kantin sekolah), jawab Arfani. "Oke deh..!!" (Oke deh..!!), seru Irfandi. "Sip..!!", seru Arfani. ** Masih di kelas Irfandi, Arfani, dan Titah.. "Fandi yuk kita ke kantin", kata Ridwan. "Yuk, Arfani nanti katanya, Dea, Iwan yuk", sambung Irfandi. "Yuk, eh Arfani enggak Fandi ?", tanya Dea. "Enggak, nanti katanya", jawab Irfandi. "Oh..!!", seru Iwan dan Dea. "Tah yuk kita ke kantin, atau kamu bawa bekal ?", tanya Arfani. "Yuk, enggak kok aku gak bawa bekal", jawab Titah. "Oh ya nanti kamu di jemput atau enggak ?", tanya Arfani lagi. "Kenapa memangnya ?", tanya Titah. "Gak apa tanya saja", jawab Arfani. "Oh..!!, di jemput sih, eh tapi nanti saya tanya mas Aldi lagi deh, takutnya dia ada kerjaannya mendadak", kata Titah. "Kalau misal gak di jemput kamu bareng sama saya ya", sambung Arfani. "Iya, tapi Irfandi ?", tanya Titah lagi. "Irfandi kan naik motor sendiri", jawab Arfani lagi. "Oh iya, yuk ke kantin", kata Titah lagi. "Yuk", sambung Arfani. Di kantin sekolah.. "Pesan gih wan", kata Dea. "Tunggu, wan nya siapa nih, Ridwan atau Iwan, De ?", tanya Irfandi. "Sapa wae lah Fandi" (Siapa saja lah Fandi), jawab Dea. "Oh ngono, ya wis kita undi wae lah" (Oh begitu, ya sudah kita undi saja lah), kata Ridwan. "Ya hayuk", sambung Iwan. "Assalamu'alaikum", Arfani dan Titah memberikan salam pada Ridwan, Iwan, Irfandi, dan Dea. "Wa'alaikumussalam", Ridwan, Iwan, Irfandi, dan Dea menjawab salam dari Arfani dan Titah. "Iih Arfani, ngapain sih gandengan sama anak baru, gak tau apa saya itu cemburu, hemm", kata Dea di dalam hati. "Dea kenapa, kaya nya cemburu sama kaya gue, coba chat w******p saja deh", kata Irfandi di dalam hati. "Iih nyebelin, iih..", kata Dea di dalam hati lagi. "Eh wan", kata Ridwan. "Iya, kenapa sih wan ?", tanya Iwan. "Tuh lihat si Dea, jangan-jangan cemburu lagi", jawab Ridwan. "Lah iya ya", kata Iwan berbisik pada Ridwan. "Eh Iwan, Ridwan, kalian kenapa kok berbisik-bisik seperti itu, hayo ngomongin apa hayo ?", tanya Arfani sambil memegang tangan Titah "Iih Arfani modus nih", kata Titah. "Eh iya lupa, maaf belum di lepas ya tangan kamu", sambung Arfani. "Huuuu.. Dasar modus", sorak Irfandi. "Ya sudah yuk duduk, maaf ya tah", sambung Arfani lagi. "Iya Arfani, gak apa kok", kata Titah lagi. "Ya sudah yuk pesan makan", sambung Arfani lagi. ** Percakapan Irfandi dan Dea lewat w******p. "De, elu ngapa, tadi gue perhatikan lu kayanya gak suka gitu, kalau Arfani gandeng tangan Titah, ya ?", tanya Irfandi. "Enggak, iih sotoy dah lu, Fandi", jawab Dea. "Ah yang masa sih, yang benar ?", tanya Irfandi lagi. "Iya benar", jawab Dea lagi. "Ya dah", kata Irfandi. ** Masih di kantin sekolah.. "Yah gue kalah lagi, hemm", kata Iwan. "Ya sudah sana pesan makanan", sambung Ridwan. "Iya, iya", kaya Iwan lagi. "Kalian yang seperti biasanya kan, oh ya Titah, kamu mau pesan apa ?", tanya Iwan. "Ada apa saja sih ?", tanya Titah. "Di kantin ada siomay, batagor, bakso, bubur ayam, nasi uduk, mie goreng, mie rebus, ketoprak, gado-gado, dan lain-lain", jawab Arfani. "Oh gitu, kalau minumnya ?", tanya Titah lagi. "Minumnya ada air mineral, jus, es teh manis, es jeruk, dan lain-lain", jawab Arfani lagi. "Oh..!!", seru Titah. "Iya, jadi ?", tanya Iwan lagi. "Siomay sama es teh manis ya", jawab Titah. "Gue juga ya", kata Arfani. "Maksudnya ?", tanya Iwan lagi. "Samain kaya Titah", jawab Arfani lagi. "Maksudnya samain siomay dan es teh manis juga gitu Fani ?", tanya Iwan lagi. "Iya, eh bisa gak, gak usah panggil gue Fani, memangnya saya ini perempuan apa ?", tanya Arfani. "Lah kan nama lu Arfani, ya kan gue panggil lu nama belakangnya, ya gue panggil elu Fani lah, Irfandi gue panggil Fandi saja gak marah dia", jawab Iwan. "Sudah, sudah jangan ribut", kata Titah. "Iya", sambung Iwan dan Arfani. "Hemm giliran anak baru ini yang ngomong saja di dengarkan, giliran gue yang ngomong hemm boro-boro", keluh Dea di dalam hati. "Oke dah, gue pesan sekarang ya", kata Iwan. "Iya Iwan..", sorak Titah, Ridwan, Arfani, Irfandi, dan Dea. "Tuh kan, kaya benar deh Dea itu cemburu pada Titah yang dekat pada Arfani", kata Irfandi di dalam hati. Beberapa menit kemudian.. Masih di kantin sekolah.. "Pesanan datang, tunggu tinggal punya Irfandi, Dea, Arfani, dan Titah yang belum gue ambil, gue ambil dulu ya", kata Iwan. "Emm iya", sambung Titah, Arfani, Dea, dan Irfandi. Beberapa menit kemudian.. Masih di kantin sekolah.. "Alhamdulillah", kata Titah, Arfani, Irfandi, Dea, Iwan, dan Ridwan. Bell pun berbunyi dan menandakan jam istirahat sudah selesai dan kami pun masuk ke dalam kelas, lalu bersiap untuk pulang. Di parkiran motor.. "Arfani, yuk jalan", kata Dea yang sudah naik motor Arfani duluan. "Kemana ?", tanya Arfani. "Pulang lah Arfani, kan biasanya aku naik motor sama kamu", jawab Dea. "Tah..!!", seru Arfani. "Kok Titah sih, iih Arfani gak peka, peka, nyebelin iih..", kata Dea di dalam hati. "Iya.., kenapa Arfani ?", tanya Titah. "Pulang bareng yuk", jawab Arfani. "Haaaa pulang bareng", kata Iwan. "Iya lah kenapa memangnya ?", tanya Arfani lagi. "Eh Arfani dengar ya, kalau Titah pulang bersama kamu", jawab Ridwan. "Emm..!!", seru Arfani lagi. "Titah mau duduk dimana, tuh elu kaga lihat di motor lu ada siapa hah..?", tanya Iwan. "Dea..", jawab Arfani lagi. "Tah, elu mau bonceng tiga ?", tanya Ridwan. "Bonceng tiga, ih ogah, memangnya gue cabe-cabean apa, gue pulang naik becak saja daripada bonceng tiga", jawab Titah. "Benar tuh apa kata Titah, ada satu lagi tah", kata Irfandi. "Apaan Fandi ?", tanya Ridwan lagi. "Daripada pulang bonceng tiga lebih baik pulang bareng gue saja, yuk tah pulang", jawab Irfandi. "Eeh gak bisa, gak bisa, enak saja, gue maunya Titah pulang bareng gue, yuk tah naik motor, Dea silahkan loh turun dari motor ku, yuk", kata Arfani. "Tap, tap, tapi..!!", seru Titah. "Gak ada tapi, tapian, yuk pulang, duluan ya, dadah..", kata Arfani lagi. Akhirnya Titah pulang bersama Titah, Dea pulang bersama Ridwan, Iwan bersama sepupunya, sedangkan saya pulang sendiri, seperti biasanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD