Lala memandang keluar jendela. Hujan sangat deras disertai angin menyebabkan kaca bergetar. Ini langit kenapa sih? Kayaknya tadi cerah kok tiba-tiba begini? Hm ... Rasa-rasanya ini jadi kayak novel Dreame yang dia baca dulu deh. "Cinta Satu Malam Guru Biologiku." Gila! Lala menepuk pipinya mengusir imajinasi biadab yang melintas. Ah, nasehat Nadia kini terasa benar. Novel Dreame itu emang nggak sehat. Pintu kamar mandi berdecit membuat jantung Lala berpaju cepat. Ketika dia menoleh benar saja Aldo berdiri di depan pintu hanya menggunakan handuk yang melingkar dipinggang saja! "Pakai bajumu! Anak setan!" sembur Lala seketika. Dia melemparkan bantal di dekatnya pada cowok itu. "Bajuku cuman satu dan basah! Yang lain ketinggalan di mobil!" protes Aldo. Lala mendesis sembari memalingkan mu

