"Aku tidak suka gaun yang itu," protes Maudy manja. "Aku mau yang warna merah marun." Alan mendesah frustasi mendengar rajukan manja dari calon istrinya itu. Jujur saja dia tak akan mau menikahi wanita itu jika saja dia tak mendapatkan investasi dari Grup M milik ayah Maudy. Kondisi perusahaannya saat ini benar-benar kurang baik dan memaksanya melakukan apa saja untuk menyelamatkannya. Termasuk menjual hati dan tubuhnya. "Ya, kamu bisa pilih warna apa saja sesukamu," ucap Alan datar. "Kak Alan, apa Kakak masih marah gara-gara aku jalan sama Aldo waktu itu?" tanya Maudy. "Aku sama dia cuman main-main aja nggak serius. Dia yang suka godain aku." Alan tersenyum sinis. Dia bersyukur karena Maudy tak dapat melihatnya sekarang. Siapa yang peduli mereka benar-benar selingkuh atau nggak. Alan

