Pulang

1164 Words

Lala menghela napas ketika kereta yang dinaikinya berdecit. Dia sudah berlatih bicara semalaman untuk membatalkan perjodohannya dengan Jokondo-kondo. Satu ide terlintas di benaknya kemarin. Otaknya memang selalu bekerja lebih baik kala terdesak. Dia akan berdalih pada ibunya ingin melanjutkan studi S2 dulu jadi nggak ingin memikirkan pernikahan. Kelihatannya itu alasan yang bagus! Lala menggeret koper lalu turun dari kereta. Dia memanggil becak langanannya di depan stasiun kota Blitar. Pak Man si tukang becak adalah tetangganya. Pria itu menyambutnya dengan ramah. "Lama nggak pulang, Non," ucap Pak Man. "Iya, Pak, sibuk kerja aja," jelas Lala. Hanya butuh waktu sepuluh menit dari stasiun, mereka sampai juga di rumah. Lala diam sejenak melihat sebuah mobil katana terparkit di depan ruma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD