Cinta Tak Bermata 71

1080 Words

Soni terkekeh. "Kamu ya, bisa-bisanya jadi cewek ngebet nikah. Sabar, dong. Aku kan udah bilang, aku akan nikahin kamu, kalau udah waktunya. Menikah nggak semudah itu, Lusi." Pria itu berbicara dengan intonasi nada kesal bercampur gemas. Lusi tersenyum malu-malu. "Ya kamu, nggak ngerasain jadi aku. Aku kan cuma minta kepastian aja, apalagi usiaku yang udah nggak muda lagi. Udah waktunya nikah. Kamu mah enak, cowok, masih muda, punya orang tua, nggak kayak aku, apa-apa sendiri. Aku kan juga mau kalo tidur ada yang nemenin, kalo kesusahan ada yang bantuin, kalo mau nangis ada bahu buat bersandar. Dan aku juga udah pengen banget punya anak, aku bosan hidup sendirian begini, Son." Membiarkan Soni mengetahui bagaimana perasaanya sekarang, membuat Lusi merasa lega. Ia lebih baik jujur, dari pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD